free html hit counter

Kreativitas Bermusik NOAH Mulai Dipertanyakan

BeritaBintang – Usai mengganti nama menjadi NOAH dan meluncurkan album yang berjudul Seperti Seharusnya pada tahun 2012, band yang digawangi Ariel, Uki, Lukman dan David itu memang diketahui belum meluncurkan album kembali.

Ariel dan kawan-kawan justru memilih untuk mendaur ulang dua album milik grup band Peterpan dan lagu-lagu lawas milik musisi-musisi legendaris. Hal tersebut membuat kreativitas grup band asal Bandung ini dipertanyakan.

Namun saat dimintai tanggapan mengenai hal itu, Ariel membantah jika kreativitas NOAH berkurang dalam menciptakan lagu. Album tertunda karena projek album “Second Change” yang berisikan empat album belum rampung.

“Bukan, enggak. Kita albumnya tahun depan keluar, lagu-lagu kita sendiri. Cuma memang itu tadi, rentetan itu (recycle lagu) sudah disusun jadi enggak bisa kelewat,” ungkap Ariel saat ditemui Agen Judi Bola di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (27/10/2016).

Pria yang bernama asli Nazril Irham itu menjelaskan maksud dari album “Second Change” terdiri dari empat album yang kini dalam proses merampungkan album terakhir yang berjudul Hari yang Cerah, setelah rilis album “Taman Langit”, “Bintang di Surga”, dan “Sings Legend”.

Ketika keempat album tersebut rampung dan dijadikan satu ke dalam album “Second Change”, baru lah para personel NOAH siap untuk menggarap album terbaru yang murni hasil ciptaan mereka.

“Second Change itu proyek tertunda sebenarnya. Second Change bukan cuma satu album, sebenarnya empat album. Tapi ketunda,” ucap Ariel.

“Semua lagu Peterpan, kita rekam ulang, aransemen ulang. Kita satuin sekarang dengan sound yang lebih enak, sekitar 41 lagu. Nextnya tinggal satu lagi, Hari yang Cerah. Habis itu komplit baru kita keluarin dalam satu bundel jadi empat album sekaligus,” paparnya.