free html hit counter

Komentar Trump Tentang Islam Tak Mencerminkan Amerika

BeritaBintang – Komentar kontroversial Donald Trump soal Islam sama sekali tidak mencerminkan pandangan Amerika Serikat. Pemerintah AS bahkan mengecam segala bentuk diskriminasi dan rasisme yang diutarakan oleh Trump.

“Kami tidak berbicara spekulasi di sini (tentang potensi Trump menang). Yang pasti komentar itu tidak mencerminkan negara. Dalam kampanye, capres bebas melakukan dan berbicara apa saja,” kata Bandar Bola Terbaik, David N Saperstein dalam sebuah diskusi di Jakarta, Jumat (28/10).

Menurut Saperstein, menjadi suatu hal yang lumrah bagi masing-masing calon presiden melontarkan berbagai komentar dan pandangan dalam masa kampanye menuju pemilu. Pandangan dan komentar mereka merupakan ide dan gagasan dari masing-masing kandidat sehingga tidak mewakili negara.

Dia mengatakan, pemerintah AS sendiri mengecam segala bentuk diskriminasi dan ujaran kebencian terhadap kaum minoritas. Pemerintah memastikan hak semua warga sama tanpa memandang asal dan agamanya dalam mengurangi kesenjangan.

Selama dua periode Pemerintahan Barack Obama, tutur Saperstein, AS semakin fokus mendekatkan diri dengan komunitas Islam di dalam negeri maupun internasional. Menurutnya, memperkuat kedekatan dan relasi dengan berbagai komunitas agama khususnya Islam dapat meningkatkan nilai komunal dalam menghadapi permasalahan global.

Saperstein melanjutkan, pemerintah memperkuat struktur politik luar negeri AS untuk terus memperjuangkan kebebasan bergama dan pluralisme sebagai bagian dari HAM.

“Selama dua periode pemerintahan ini Linkalternatif.info, kami lebih fokus mendekatkan diri pada komunitas Islam internasional, salah satunya dengan menetapkan perwakilan tetap AS untuk Organisasi Kerja Sama Islam (OKI),” kata Seperstein.

Sentimen Islamofobia kembali menjadi perdebatan hangat di AS bahkan negara Barat lainnya. Sejak serangan teroris 9/11 di New York, warga Muslim mendapat stereotipe yang buruk serta perlakuan diskriminatif di lingkungannya.

Sentimen Islamofobia semakin memburuk akibat pernyataan Trump dalam masa kampanyenya. Trump berencana melarang sementara semua Muslim untuk memasuki AS jika ia berhasil memenangi pemilu nanti. Trump juga menyebutkan akan melakukan “pemeriksaan ekstrem” bagi pengungsi dan umat Islam di AS.

Bahkan, dalam debat capres terakhir, Trump mengatakan bahwa pemerintah AS seharusnya menyebut terorisme dengan “teroris Islam radikal”, istilah yang ditolak oleh pemerintah Barack Obama.