free html hit counter

Komentar Pedas Iannone Soal Kontroversi Winglet MotoGP

BeritaBintang  –  Pembalap Ducati Andrea Iannone buka suara menanggapi penolakan teknologi winglet atau sayap tambahan. Joki asal Italia mengklaim semua yang menentang teknologi itu cuma iri.

Ketika sesi latihan bebas Grand Prix Jerez digelar, Jumat (22/4/2016) kemarin, semua tim memasang winglet pada motor masing-masing. Aleix Espargaro menggunakannya di motor Suzuki GSX-RR, sementara Stefan Bardl memasangnya di motor Aprilia RSV4-GP.

Hal itu membuat Asosiasi Pabrikan (MSMA), FIM, Asosiasi Tim (IRTA) dan Dorna Sport menggelar pertemuan di Jerez. Bahasannya tak lain dan tak bukan membahas kelanjutan nasib winglet di MotoGP.

Jika di kelas Moto2 dan Moto3 winglet sudah dihapus, tidak demikian di kelas tertinggi yang masih pro kontra dengan alasan keselamatan pembalap. Valentino Rossi, Marc Marquez, dan Dani Pedrosa adalah segelintir pembalap yang mengklaim winglet tidak perlu digunakan.

Namun ada beberapa pembalap yang setuju winglet tetap terpasang di motor. Selain Jorge Lorenzo yang semakin menemukan kecocokan dengan sayap tambahan, Iannone juga salah satu yang menentang keras jika winglet mesti dihapus.

Ducati sendiri memang jadi pionir penerapan winglet. Sejak awal musim lalu, tim asal Italia menggunakan sayap tambahan pada Desmosedici GP15. Musim ini, winglet membuat motor teranyarnya yakni Desmosedici GP16 tambah disegani para lawan.

Menanggapi pro kontra tersebut, Iannone cuma menjawab santai. Ia menganggap penolakan winglet di MotoGP cuma karena tak ingin melihat Ducati makin kompetitif.

“Mereka tidak berbahaya. Semua orang membicarakannya sebab kami bekerja keras (dengan winglet) dan itu tidak mudah membuat perbedaan dalam level itu. Kami sudah lebih baik ketimbang yang lain, jadi mereka cuma ingin kami berhenti,” ucap Iannone dikutip BintangBola.

Iannone pun merujuk pada insidennya dengan Marquez di Grand Prix Argentina. Ketika itu, winglet Iannone menabrak kamera on board pembalap Honda hingga patah. Ia mengatakan saat itu Marquez tak mempermasalahkannya.

“Di Argentina, saya menjalani separuh balapan tanpa salah satu dari mereka (winglet) yang pecah setelah kontak dengan Marc di tikungan pertama Sirkut Termas. Sedikit sentuhan saja itu akan hancur sebab sudah dirancang demikian. Saya bicara dengan Marc dan dia bilang dia tidak melihat apa-apa,” pungkasnya.