free html hit counter

Kisah Leonardo DiCaprio Tiga Kali Lolos dari Maut: Dari Hiu Putih Hingga Parasut Tak Mengembang

BeritaBintang – Bisa lolos dari maut dalam film mungkin sering dialami para aktor film. Namun, beda halnya dengan Leonardo DiCaprio.

Ia mengaku pada majalah Wired, jika ia berhasil lolos dari ancaman maut hingga tiga kali justru dalam kehidupan sehari-harinya.

Saking seringnya, aktor 41 tahun ini tidak mau didekati oleh teman-temannya setiap kali akan berlibur di alam bebas bersama.

“Teman-teman saya telah memilih saya sebagai teman yang paling tidak akan diajak jika ingin melakukan petualangan ekstrim. Mereka melihat saya sering sekali menjadi bagian dari bencana. Jika kucing memiliki 9 nyawa, saya rasanya sudah menggunakan beberapa,” seru Leonardo yang kembali masuk nominasi Golden Globe untuk perannya di film The Revenant itu.

Ia pun lalu menceritakan salah satu pengalaman menegangkan saat lolos dari maut. Ia nyaris diterkam hiu putih raksasa di Afrika Selatan.

Pada saat itu, ia sedang menghadiri acara pelepasan ikan tuna di perairan di Afrika Selatan.

Tiba-tiba saja, ikan hiu tersebut loncat dari kandangnya, berusaha untuk kabur.

“Hiu putih raksasa itu hanya berjarak selengan dari kepala saya. Penduduk setempat bilang pada saya jika kejadian seperti itu tidak pernah terjadi sebelumnya. Padahal, mereka sudah mengerjakan hal seperti itu 30 tahun lebih.

Kejadian lain ia alami saat ia mengambil penerbangan pulang dari Rusia yang nyaris meledak.

Beruntung kemudian pesawat bisa mendarat dengan selamat di New York.

“Kejadian terjadi tidak lama setelah pesawat Sully Sullenberger mendarat di Hudson. Saya duduk dekat sayap pesawat dan keseluruhan sayap pesawat meledak dalam bentuk bola api. Hanya saya yang melihat kejadian awal mesin turbin meledak seperti komet. Mereka langsung mematikan mesin selama dua menit. Jadi, saya bisa merasakan pesawat meluncur tanpa mesin dan tak ada seorang pun dalam pesawat yang mampu mengatakan sesuatu,” kenang Leo.

Pengalaman ketiga yang hampir menghilangkan nyawanya terjadi ketika mencoba terjun payung tandem dimana saat payung ditarik, tali parasut yang kusut membuat payung tidak terbuka.

“Saya tidak terpikir jika ada payung cadangan. Teman tandem saya sibuk menarik payung kedua yang sempat tidak mengembang. Saat menunggu payung terbuka, saya bisa melihat teman-teman saya masih berada setengah mil di atas saya. Dalam otak saya hanya kaki saya bisa copot ini waktu mendarat! Untung hal itu tidak terjadi karena parasut terbuka. Dan, saya masih bisa menikmati hidup hingga sekarang!”.