free html hit counter

Kisah Ana Halozan, Finalis Miss Universe asal Slovenia dengan Wajah Setengah Lumpuh

BeritaBintang – Kontestan asal Slovenia, Ana Halozan, memang tak memenangkan gelar ratu sejagad.

Namun, Miss Slovenia ini mendapat banyak dukungan.

Pasalnya, ia berjalan di atas panggung Miss Universe dengan setengah wajah lumpuh.

Bagaimana ceritanya? Begini kronologis seperti dilansir dari eonline.

Dalam pergelaran tahunan yang diadakan Minggu malam waktu setempat, sebuah siaran dipertontonkan pada penonton yang hadir.

Sosok di siaran tersebut adalah Miss Slovenia, yang tak melanjutkan kompetisi setelah mengalami cedera yang berdampak pada wajahnya.

Para penonton sontak terdiam saat di video diperlihatkan Ana Halozan mengalami kejang yang dahsyat.

Begitu pulih dan terbangun, dokter pun memberi tahu bahwa sisi kanan wajahnya lumpuh.

“Bagaimana ini bisa terjadi pada saya? Apa kesalahan saya terdahulu yang membuat saya harus mengalami ini sekarang?” ratap Ana.

“Saat mereka yang di rumah sakit bilang bahwa saya tidak bisa hadir di kontes ini, saya berpikir, apa kamu bercanda? Saya akan tetap pergi.”

Keinginan besarnya pun segera terkabul saat presenter Miss Universe, Steve Harvey, mempersilakannya naik ke panggung Miss Universe yang berada di Planet Hollywood Resort itu.

“Dia berpikir telah kehilangan kesempatan, tapi ternyata tidak…” ujar Steve sebelum tepukan tangan para penonton bergemuruh menyambut kedatangan Miss Slovenia.

“Mari beri ia momen untuk memenuhi impiannya, berjalan di panggung Miss Universe. Kami sambut, Miss Universe Slovenia!”

Dalam gaun merah yang cantik, Ana mendapat sambutan yang sangat meriah sesaat setelah kakinya menginjak panggung.

Ia pun mendapat satu buket bunga dari pemenang Miss Universe 2014, Paulina Vega.

“Banyak orang yang berpikir, kamu akan merasa sangat sedih karena tak bisa berada di kontes ini lagi. Tapi saya meminta, jangan menangisi saya karena saya baik-baik saja. Jangan khawatir,” ujarnya.

“Saya akan terus berjuang, saya bisa mengatasi ini.”

Ibunda Ana, Mojca Marovt menambahkan, “Ana adalah sosok yang selalu memiliki mimpi besar. Saat ia mendapat sebuah pemikiran di kepalanya, tak ada yang bisa menghentikan dia.”