free html hit counter

Kelinci Raksasa Mengganggu Pidato Barack Obama

BeritaBintang – Kelinci itu harusnya lucu dan menggemaskan. Namun benarkah kelinci itu masih bisa dianggap lucu jika ukurannya sangat besar?

Tambahan pula sang kelinci ikut terfoto dan  jadi semacam photobomb dibelakang Barack Obama, saat sang Presiden Amerika Serikat berpidato.

Saat foto itu tersebar ke publik, ada yang menduga orang yang berada dalam ‘baju badut’ berbentuk kelinci itu sengaja berdiri di belakang sang presiden. Hanya saja efek yang ditimbulkannya jadi dianggap lucu bagi sebagian orang dan dianggap aneh buat orang yang takut akan kelinci.

Kehadiran si Easter Bunny raksasa itu memang jadi hal yang wajib, karena Obama saat itu memang sedang merayakan Paskah.

Ada yang menganggap kehadiran si kelinci raksasa jadi terlihat aneh, karena hanya sebagian wajahnya yang tertangkap kamera saat dia berdiri dibelakang Obama. Apalagi sebenarnya kehadiran si kelinci dengan berdiri dibelakang sang presiden dianggap kurang bermanfaat, dan malah mengganggu  pidato yang disampaikan.

Pesta Paskah di  White House memang sudah selalu saja dihadiri oleh si kelinci raksasa. Seperti diberitakan E! News, pada acara itu biasanya Presiden akan menghibur anak-anak yang hadir dengan membacakan cerita favoritnya semasa kecil.

Kali ini Obama membawakan cerita karya Maurice Sendak, Where the Wild Things Are. Acara membaca cerita ini sudah menjadi tradisi, selain lomba mewarnai telur.

Hanya saja acara yang diadakan di taman itu lalu terganggu oleh kehadiran seekor lebah. Si lebah  terbang sembari mengeluarkan bunyi dengung yang membuat anak-anak ketakutan.

“Oh tidak, ada lebah!” kata Obama tertawa, lalu menjelaskan, “Tidak apa-apa anak-anak, lebah itu baik. Mereka tak akan hinggap di tubuhmu. Mereka tak akan menyengatmu.”

Pihak White House mengatakan ada 35 ribu orang yang ikut serta dalam perayaan yang dilaksanakan untuk ke 135 kalinya di kediaman resmi presiden itu. Perayaan Paskah yang juga dikenal dengan istilah Egg Rolling di tempat itu pertama kali diadakan saat pemerintahan Presiden Rutherford B. Hayes di tahun 1878.