free html hit counter

Kasus Penyiraman Air Keras Tak Kunjung Selesai, Pemuda Muhammadiyah: Bergeser pada Upaya Kriminalisasi Novel

BeritaBintang –  Kasus Penyiraman Air Keras Tak Kunjung Selesai, Pemuda Muhammadiyah: Bergeser pada Upaya Kriminalisasi Novel

Pemuda Muhammadiyah menilai kasus penyiraman air keras dengan korban penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan sulit untuk menemui titik akhir, bahkan malah melenceng untuk menjatuhkan Novel.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar, saat dihubungi Judi Online melalui pesan singkat, Minggu (24/9/2017) merasa ada sejumlah pihak yang memang sengaja kasus ini tidak mau segera tuntas.

“Seperti dugaan kami, memang tidak mau dituntaskan. Bukan masalah bisa atau tidak bisa, justru bergeser pada upaya kriminalisasi Novel,” ujarnya.

Pada Selasa 22 Agustus 2017, mereka yang mengaku menjadi korban kasus dugaan penganiayaan yang dialami para pencuri sarang burung walet, yakni Irwansyah Siregar, Dedi Nuryadi, Doni, serta Rusli Aliasyah menggelar jumpa pers, serta datang ke Pansus KPK di DPR RI bersama kuasa hukumnya Yuliswan.

[Baca Juga -“Jenazah Bayi Dibawa Pakai Angkot, BPJS Watch Nilai Ini Kejadian Umum yang Terus Dibiarkan Terjadi“]

Peristiwa dugaan penganiayaan dan penembakan terhadap tersangka pencurian sarang burung walet tersebut berlangsung saat Novel masih menduduki jabatan sebagai Kasat Reskrim Polres Bengkulu pada 2004.

Danhil sudah menduga bahwa kasus tersebut akan kembali naik ke permukaan untuk menyamarkan kasus penyiraman.

Oleh karenanya, pihaknya akan mengambil langkah mendesar Presiden Joko Widodo untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta untuk menuntaskan kasus tersebut.

“Langkah kita fokus mendorong Presiden untuk bentuk TGPF, karena pesimis Polisi punya itikad baik untuk mengungkap kasus penyiraman terhadap Novel,” ujar Danhil menekankan.