free html hit counter

Karaokenya Sengaja Dibakar, Inul Daratista Ucapkan Rasa Syukur di Instagram

BeritaBintang – Melalui akun Instagram miliknya, penyanyi dangdut Inul Daratista (36) berujar bahwa rumah karaoke Inul Vizta Manado yang dikelolanya diduga terbakar karena unsur kesengajaan.

“Laporan dari kepolisian sudah keluar. Biar masyarakat jelas ini bukan karena kesalahan kami saja seutuhnya. Tapi karena ada unsur kesengajaan dan sangat disengaja,” tulis Inul dalam akun Instagram @Inul.d, Selasa (10/11/2015).

Pemilik goyang ngebor ini mengucapkan syukur atas keberhasilan tim laboratorium forensik (labfor) kepolisian di Manado mengungkap fakta tersebut.

“Terima kasih pak polisi. Terima kasih ya Allah kau tunjukkan yang sesungguhnya,” tulis Inul sambil mengunggah foto salah satu media yang memberitakan hal tersebut.

hasil pemeriksaan labfor kepolisian di Manado menunjukkan ada unsur kesengajaan dalam peristiwa kebakaran Rumah Karaoke Inul Vizta Manado. Hal itu dikatakan langsung oleh Kapolresta Manado Kombes Pol Rio Permana Mandagi.

“Tadi pagi saya dapat laporan pemeriksaan labfor, ada unsur premium (bahan bakar bensin) di situ atau kesengajaan,” kata Kombes Pol Mandagi.

Dia juga mengatakan bahwa bensin didapati di lantai 2 yang diduga menjadi tempat asal mula api. “Tidak mungkin di tempat karaoke ada bensin. Kami akan usut tuntas kasus ini,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, beberapa saksi mata menceritakan adanya kejanggalan dalam musibah yang terjadi pada Minggu, 24 Oktober 2015. Salah satunya adalah aliran listrik di lantai 3 tidak padam, padahal api telah membesar di lantai 2.

“Kami tidak tahu kalau sudah terbakar di lantai 2. Saya baru tahu saat berfirasat buruk dan keluar dari room yang kami sewa,” ujar Ifo (21), salah satu korban yang selamat.

Selain itu, alarm tanda bahaya kebakaran juga tidak terdengar saat kejadian, yakni sekitar pukul 00.30 Wita. Dia dan pacarnya serta keempat rekannya berada di salah satu ruang karaokedi lantai 3.

Berdasarkan informasi lainnya, salah satu karyawan Inul Vizta telah mencoba memadamkan api dengan alat pemadam yang ada di gedung tersebut. Namun, api terus membesar dan membuat para pengunjung terjebak di lantai atas.

Beberapa orang juga mencoba membantu pemadaman dengan apa saja, termasuk membawa botol air mineral.

Api baru bisa dikendalikan saat delapan mobil pemadam kebakaran turun ke lokasi, dan petugas berusaha memecahkan kaca jendela agar bisa menuju ke titik api.

Kini, ratusan orang memadati Instalasi Pemulasaran Rumah Sakit Malalayang untuk mencari tahu korban yang tewas.

Sepasang suami istri, Claudia Wowor dan Fredy Kalalo, ikut menjadi korban pada kejadian tersebut. Keduanya diduga tewas kehabisan napas karena jenazah mereka tidak hangus terbakar