free html hit counter

Kapolri Sebut Aksi Teror sebagai Risiko Tugas

BeritaBintang –  Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan aksi teror yang diterima oleh pejabat Polri termasuk dirinya adalah risiko yang harus dijalani oleh polisi sebagai pengayom dan pelayan masyarakat.

“Ancaman itu saya anggap bagian dari resiko tugas polri,” kata Kapolri saat dihubungi di Jakarta, Jumat (25/12/2015).

Menurut alumni Akademi Kepolisian angkatan 1982 ini, ancaman aksi teror yang ditujukkan untuknya dan pejabat polri lainnya adalah untuk memecah pengamanan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2016.

“Bisa juga hal ini hanya siasat untuk memecah konsentrasi anggota pengamanan di lapangan,” beber mantan Kapolda Jawa Timur ini.

Badrodin mengingatkan semua anggota polri untuk tetap waspada dan siaga ditengah ancaman yang mengintai. Hal ini merupakan resiko menjadi seorang prajurit “Walaupun demikian, seluruh anggota polri harus waspada,” katanya.

Sebelumnya, Dentasemen Khusus 88 Anti Teror berhasil mengamankan sembilan pelaku teror yang diduga berasal dari kelompok radikal ISIS dan jaringan DPO Klaten yang berhubungan dengan Dr. Azharie Husin. Bahkan yang paling anyar adalah penangkapan teroris asal Bekasi bernama Abu Mush’ab.