free html hit counter

Juru Parkir Liar dan Lapangan Kerja Jadi Masalah Sosial di DKI

BeritaBintang – Parkir liar menjadi salah satu biang kemacetan di Jakarta. Salah satunya juga disebabkan adanya juru parkir liar yang terdapat di beberapa wilayah. Pengamat transportasi Ellen W Tangkudung bahkan menilai juru parkir liar dengan preman tidak ada bedanya.

Ellen menjelaskan, banyaknya masyarakat yang menjadikan juru parkir liar sebagai profesi mereka sebab sempitnya lapangan kerja di ibukota. Selain itu, sifat ingin menguasai dan mendominasi suatu wilayah telah mengakar yang menjadikan juru parkir liar sulit untuk ditertibkan.

“Kadang-kadang mereka itu sudah punya area sendiri. Seperti daerah kekuasaan. Antara juru parkir dan preman seperti tidak ada bedanya, sudah punya area sendiri gitu. Ini menjadi sulit sebab mereka sudah turun temurun membuka lahan itu,” ujar Ellen saat berbincang dengan Agen Judi Bola, Kamis (20/10/2016).

Juru parkir liar berbeda dengan yang resmi. Juru parkir resmi direkrut oleh pemerintah dan digaji.

“Kalau juru parkir di pasar-pasar, misalnya, yang dikelola UPT Perparkiran mereka kan di-hire, digaji oleh Pemda DKI. Jadi mereka enggak dapat penghasilan dari orang yang ngasih duit, tetapi digaji dari Pemda DKI,” sambungnya.

Adanya juru parkir liar di Jakarta, dikatakan Ellen menjadi masalah sosial yang perlu dibenahi. Penindakan hukum dapat dilakukan jika di lokasi atau area parkir telah dipasang rambu lalu lintas.

“Kalau itu memang pelanggaran, memang harus ada rambunya. Rambu dilarang parkir, itu bisa ditindak. Kalau enggak ada rambunya, enggak bisa ditindak. Dinas perhubungan atau kepolisian bisa menindak mereka,” tandasnya.