free html hit counter

Jual Beli Tas Hermes Rp 950 Juta Berujung Bui, Devita: Ini Kasus Perdata

BeritaBintang – Keglamoran tas Hermes seharga Rp 950 juta membuat Devita meringkuk di bui. Dia dituding melakukan penipuan dalam jual beli tas Hermes kepada Margaret Vivi.

Siang ini, sidang kasus penipuan jual beli tas Hermes kembali berlanjut di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Agenda sidang kali ini beragendakan saksi-saksi yang dihadirkan dari pihak jaksa.

Sebelum sidang, kuasa hukum Devita, Anda Hakim sempat memberikan keterangan kepada wartawan. Dia mengaku kecewa mengapa klien-nya dijadikan terdakwa. “Ini kan harusnya perdata, bukan pidana!” ucap Anda Hakim, di PN Jakpus, Jl Gadjah Mada, Selasa (1/9/2015).

Dia menegaskan kliennya, tidak pernah menerima uang dari Margaret Vivi. Tugas Devita disebutkan dia juga bukan sebagai pedagang melainkan hanya perantara.

“Ini adalah bukan perkara pidana bahkan juga tidak pantas dijadikan perkara! Karena jelas telah terjadi jual beli dan Devita sebagai perantara sudah menjalankan fungsinya dengan baik dan bahkan uang yang dituduhkan penipuan dan penggelapan sesungguhnya tidak pernah diterima Devita,” beber Anda..

Versi jaksa, Devita awalnya menjual tas yang kerap dipakai artis Hollywood itu kepada Margaret Vivi pada Februari 2013. Setelah uang pembelian Rp 850 juta ditransfer, tas tipe Sac Birkin 30 Crocodile Niloticus Himalayan itu lalu diserahkan ke Margaret.

Tiga bulan setelahnya, Devita kembali menghubungi Margaret dan menanyakan apakah tas Hermes itu akan dijual lagi sebab ada yang berminat membeli dengan harga Rp 950 juta. Mendapati tawaran ini, Margaret tergiur karena mendapat keuntungan selisih Rp 100 juta. Sebagai uang muka, Margaret menerima Rp 500 juta dari Devita dan sisanya akan dilunasi ketika pembeli telah mentransfer Rp 450 juta.

Namun ketika waktu pembayaran yang dijanjikan tiba, ternyata sisa Rp 450 juta tidak kunjung ditransfer. Margaret awalnya sabar namun setelah hampir dua tahun tidak kunjung dilakukan pelunasan, Margaret mengambil langkah hukum dengan mengadukan hal ini ke Polda Metro Jaya. Lantas Devita ditahan dan ia diadili di PN Jakpus.