free html hit counter

JFW 2017 : Ketika Seoul dan Jakarta Bertemu dalam Satu Panggung Runway

BeritaBintangDALAM perhelatan Jakarta Fashion Week atau JFW yang memasuki tahun ke 9 penyelenggaraannya pada 2016 ini, para pecinta dan penikmat fashion Tanah Air disuguhkan pertemuan dua nama besar dari Indonesia dan Korea Selatan.

Adalah Toton dari Indonesia yang dipertemukan dengan salah satu legenda di dunia industri fashion Korea, Lie Sang Bong dalam satu panggung runway. Keduanya berbagi panggung runway pada gelaran hari ketiga JFW 2017, Selasa 25 Oktober 2016.

Nama Lie Sang Bong sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Kancah desainer yang dikenal sebagai Alexander McQueen dari Korea ini di pentas internasional, sudah bukan hal baru lagi. Karya-karya presiden Council of Fashion Designers of Korea ini sudah digunakan oleh nama-nama seperti Beyonce, Lady Gaga, Kelly Rowland, Rihanna, hingga Ibu Negara Korea Selatan.

Lie Sang Bong

Dalam show perdananya di Indonesia malam tadi, Lie Sang Bong menghadirkan outfit-outfit bergaris siluet yang tegas sekaligus modern seperti gaun malam, midi dress, coat, oversized blazer, hingga trench coat berpotongan klasik. Penonjolan satu karakter motif khusus di sisi-sisi tertentu pada setiap outfit ditampilkan oleh pria yang mengawali karier sebagai desainer pada 1983 silam ini

JFW 2017 : Ketika Seoul dan Jakarta Bertemu dalam Satu Panggung Runway

JFW 2017 : Ketika Seoul dan Jakarta Bertemu dalam Satu Panggung Runway

JFW 2017 : Ketika Seoul dan Jakarta Bertemu dalam Satu Panggung Runway

JFW 2017 : Ketika Seoul dan Jakarta Bertemu dalam Satu Panggung Runway

Toton

Sedangkan Toton pada pentas kali ini memilih mengusung konsep mengeksplore keindahan alam dan keragaman budaya Indonesia, namun tetap applicable untuk busana berpotongan modern.

JFW 2017 : Ketika Seoul dan Jakarta Bertemu dalam Satu Panggung Runway

JFW 2017 : Ketika Seoul dan Jakarta Bertemu dalam Satu Panggung Runway

Setelan busana dengan cutting modern dan edgy dalam warna-warna abadi seperti hitam, abu-abu, putih, dan beige cream . Disandingkan dengan aura tradisional dengan pemakaian aksesori anting dan kalung suku Dayak yang berukuran cukup besar di setiap koleksi rancangan yang dipamerkan. Dengan melakoni teknik tradisional untuk mewujudkan busana modern ini, maka tak heran Toton keluar menjadi pemenang dalam ajang International Woolmark Prize 2016/17 babak regional Asia untuk kategori womenswear.