free html hit counter

ISIS Serang Pangkalan Minyak Penting Libya

BeritaBintang –   Kelompok bersenjata ISIS melancarkan serangan di dekat sarana utama perminyakan di utara Libya. Namun, serangan itu berhasil digagalkan dan pasukan ISIS berhasil dipukul mundur, demikian kata seorang pejabat militer Libya.

Kelompok itu pada awalnya melakukan serangan bom mobil bunuh diri di pos pemeriksaan militer di jalan masuk kota Al Sidra, yang menewaskan dua tentara, kata kolonel Bashir Boudhfira, yang setia kepada pemerintah diakui secara internasional.

“Kami diserang iringan sejumlah kendaraan kelompok ISIS. Mereka kemudian melancarkan serangan di kota Ras Lanouf lewat selatan namun tidak berhasil masuk kota,” kata Bashir sebagaimana dilansir Bioskopsemi , Rabu (6/1/2016).

ISIS selama beberapa pekan telah mencoba bergerak ke arah timur kota pantai Sirte, yang mereka kuasai, untuk mencapai daerah yang disebut bulan sabit perminyakan Libya, di mana pangkalan utama minyak Al Sidra dan Ras Lanouf berada.

Pejabat perminyakan Libya kepada media mengatakan bahwa sebuah tangki penyimpanan minyak di Ras Lanouf dengan kapasitas 420.000 barel atau sekitar 66 juta liter terbakar pada saat bentrokan terjadi.

Melalui akun Twitter-nya, ISIS mengumumkan bahwa pasukannya telah melakukan sebuah serangan terhadap wilayah Al Sidra yang diikuti oleh bentrokan keras dengan pihak yang mereka sebut sebagai musuh Tuhan.

Serangan pada Senin 4 Januari itu merupakan yang pertama kali dilakukan sejak kelompok bersenjata ISIS menguasai Sirte pada Juni 2015.

Kelompok itu mengatakan serangan tersebut dilakukan setelah mereka menguasai kota Ben Jawad yang terletak sekira 150 kilometer sebelah timur Sirte. Namun, kebenaran klaim ini belum dapat dipastikan oleh pejabat dan sumber dari pihak militer Libya.

ISIS memanfaatkan kekacauan yang terjadi di Libya sejak pemberontakan 2011, yang menggulingkan dan menewaskan Moamar Gaddafi untuk memperluas pengaruhnya di negara itu. Kekacauan itu juga menyebabkan produksi minyak yang menjadi sumber daya alam Libya terganggu.