free html hit counter

Intip Persiapan Pemanjat Tebing di Gunung Parang

BeritaBintang –   DUA dari empat atlet bakal mengikuti Indonesian Bigwall Project dari Caldera. Mereka berlatih di Tebing Parang, Purwakarta.

Aprian Arun dan Ady Yono adalah kedua atlet yang hari ini berlatih di Tebing Parang, salah satu tebing tertinggi di Indonesia.

Gunung Parang terletak di Kampung Cihuni, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Tebing ini dikenal sebagai salah satu obyek wisata untuk melakukan kegiatan ekstrem seperti rock climbing.

Tebing Parang terbagi atas tiga tebing yang dinamakan masing-masing Tower I, Tower II dan Tower III. Tower I memiliki ketinggian 983 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan medan panjat 700 meter.

Sementara Tower II memiliki ketinggian yang hampir sama dengan Tower I. Sedangkan Tower III terlihat lebih landai dibanding dua tower lainnya dengan medan panjat sekira 350 meter.

Untuk latihan di hari pertama di Tebing Parang bulan ini, mereka memulai memanjat Tower III. “Ini baru hari pertama. Kemungkinan kami akan berlatih di sini sampai hari Minggu atau Senin tergantung keadaan nanti,” ujar Aprian saat ditemui di Tebing Parang, Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (23/4/2016).

Aprian melanjutkan, saat ini Tim Indonesian Bigwall Project telah melakukan latihan di Gunung Parang selama beberapa kali sebelumnya. Tetapi, latihan di Tebing Parang hanya dilakukan saat cuaca mendukung. Selebihnya, mereka fokus melatih ketahanan fisik di Jakarta.

“Di gunung Parang sudah 6 – 7 kali. Miminal sebulan sekali. Tapi kalau musim hujan mau enggak mau latihan di Jakarta,” ujarnya.

Latihan di Tebing Parang sendiri dilakukan untuk persiapan mereka sebelum mengikuti Indonesian Bigwall Project dari perusahaan adventure, PT Caldera Indonesia. Dalam project tahap pertama ini, mereka akan menaklukkan tiga tebing tinggi dunia, mulai dari Gunung Aiguille de Dru di Chamonix, Prancis, Stetind Wall di utara Norwegia, serta Gunung Ketil Fjeld di selatan pulau Greenland di Kutub Utara.