free html hit counter

Intelijen Tak Bisa Selalu Disalahkan dalam Serangan Terorisme

BeritaBintang –  Ratusan orang tewas dalam tragedi mengerikan yang terjadi di Paris, Prancis, akhir pekan kemarin. Serangkaian serangan teror yang terjadi di beberapa tempat dalam waktu hampir bersamaan itu juga menyebabkan ratusan orang lainnya luka-luka. Intelijen Perancis pun menghadapi berbagai kritikan dan pengawasan terkait apakah mereka seharusnya bisa mencegah serangan mematikan di Paris itu.

Pengamat intelijen, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati menilai tak seharusnya pihak intelijen disalahkan dalam suatu peristiwa gangguan keamanan seperti serangan teroris. Pasalnya, menurut perempuan yang akrab disapa Nuning itu pihak intelijen hanya memiliki tugas untuk pengumpulan bahan dan keterangan atau pulbaket terkait adanya potensi gangguan keamanan.

“Dalam hal ini intelijen kan hanya ada sebagai giat pulbaket saja,” ujar Nuning saat dihubungi Bioskop168 , Senin (16/11/2015).

Nuning menjelaskan karena pihak intelijen hanya bertugas mengumpulkan data-data terkait adanya potensi gangguan keamanan, maka pihak intelijen tak bisa melakukan eksekusi terhadap laporan tersebut.

“Media cenderung nyalahin intel saja deh, intelijen enggak bisa eksekusi, yang eksekusi itu ya pengguna infonya,” jelas Nuning.

Nuning menambahkan pihak keamanan seperti kepolisian, ataupun tentara serta pemerintah dalam hal ini lebih berperan penting dalam mengeksekusi laporan intelijen tersebut. Sehingga antisipasi terhadap aksi-aksi terorisme dapat dilakukan berdasarkan laporan intelijen itu.

“Jadi kalau ada kejadian tak bisa hanya salahkan intel, kita juga harus lihat bagaimana upaya end-user intelnya apakah langsung eksekusikan laporan intel tersebut atau tidak,” pungkas Nuning.