free html hit counter

Insiden Tembak Tak Sengaja di Monas, IPW: Kasus Ini Harus Jadi Pelajaran bagi Pimpinan

BeritaBintang –  Insiden Tembak Tak Sengaja di Monas, IPW: Kasus Ini Harus Jadi Pelajaran bagi Pimpinan

Kecerobohan anggota Dalmas Polres Metro Jakarta Pusat, Brigadir Fadli yang menyebabkan Praka Sudirman tertembak usai melaksanakan apel di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Peristiwa itupun mengundang perhatian masyarakat.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mempertanyakan aksi Fadli yang mengeluarkan senjata airsoft gun yang tidak dalam keadaan mendesak.

“Kenapa bisa mengeluarkan senjata, padahal tidak dala keadaan mendesak, kan tidak ada ancaman atau peristiwa yang luar biasa yang harus disikapi dengan senjata,” kata Neta kepada Sakong Online, Minggu (1/10/2017).

Oleh sebab itu, ia meminta Propam Polres Metro Jakarta Pusat untuk mengusut tuntas kecerobohan anggotanya itu.

“Polri harus mengusut kenapa pelaku mengeluarkan senjata, kasus penembakan itu sebuah kecerobohan yang luar biasa yang bisa memicu persoalan yang tidak diinginkan. Polri harus memberi tindakan tegas terhadap pelaku dan meminta maaf pada korban dan TNI,” tegasnya.

[Baca Juga -“Suzuki Gelar Private Test, Brivio Bersyukur Cuaca di Aragon Cerah“]

Kedepannya, Neta melanjutkan agar tidak ulang kembali, pihak Polres Metro Jakarta Pusat harus melucuti senjata api maupun senjata airsoft gun.

“Dengan adanya peristiwa ini pelaku diharapkan tidak diperkenankan lagi memegang senjata api. Belajar dari kasus ini, pimpinan kepolisian harus tahu betul kondisi personilnya terutama personil yang diperkenankan memegang senjata, Hal ini untuk menghindari terjadinya kasus salah tembak atau kasus polisi koboi yang bisa memicu masalah,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui. Wakil Kepala Penerangan Kodam Jaya Letkol Supadmo mengatakan, anak buahnya tertembak saat sedang berbincang bincang dengan rekan-rekannya, lalu dari arah depan sekitar 25 meter, ada sekelompok anggota Sabhara dari Polres Jakarta Pusat yang sedang duduk-dukuk.

Lalu salah seorang diantaranya mengarahkan senjata jenis pistol Sofgun ke arah Praka Sudirma dan mengenai bagian perutnya.

Sementara Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan insiden penembakan senjata gas (airsoft gun) anggota Polri Bripda Fadli Riyan Farid terhadap prajurit TNI Praka Sudirman diselesaikan secara damai.

“Sudah dimediasi damai,” ucap Argo menjawab dengan singkat.