free html hit counter

Enam Kecamatan di Cirebon Masuk Zona Merah Kekerasan Seksual

BeritaBintang –Kasus kekerasan atau pelecehan seksual marak terjadi di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Bahkan, enam kecamatan di Cirebon diklaim masuk zona merah kejahatan seksual.

Pendamping WCC Mawar Balqis, Upi mengatakan, keenam kecamatan yang masuk zona merah itu adalah Kecamatan Losari, Gebang, Astanajapura, Jagapura, Susukan dan Jamblang.

“Setiap bulan di daerah tersebut bisa terjadi lima sampai 10 kasus pelecehan seksual yang bervariatif mulai dari pencabulan hingga pemerkosaan,” sebutnya, Minggu (22/5/2016).

Menurutnya salah indikator bahwa enam kecamatan itu berkatagori merah alias rawan karena meningkatnya kasus kekerasan seksual yang terjadi.

Untuk membantu memulihkan para korban kekerasan seksual, pihaknya ikut melakukan pendampingan dan penanganan. Hal ini dilakukan berbeda, tergantung level trauma dialami korban baik level awal, sedang dan berat.

Untuk trauma level awal kebanyakan kasusnya adalah korban diiming-imingi sesuatu kemudian baru dicabuli. Pelakunya dari orang dekat korban hingga yang dikenalnya. Korban trauma leval ini di Cirebon ada 30 persen.

“Sedangkan, untuk trauma level sedang di Cirebon korbannya mencapai 45 persen, biasanya pelaku tidak dikenal, tingkat kebencian korban kepada laki-laki sangat tinggi, sehingga agak sulit untuk dimintai keterangan,” jelasnya.

Untuk trauma berat, kata Upi, korban ada yang sampai mengalami kelainan jiwa. Pelaku biasanya suaminya sendiri. Modus kekerasannya dengan cara memaksa korban ketika sedang haid dan dilakukan di mana saja, tidak pilih-pilih tempat.

“Khusus untuk korban pelecehan seksual di bawah umur, setelah dilakukan penanganan dan mereka tidak trauma lagi, sebagian di sekolahkan paket, dan sebagian kembali menjalani rutinitasnya kembali” ungkapnya.