free html hit counter

Indonesia Optimistis Rebut Piala Thomas Dua Tahun Lagi

BeritaBintang  –  Indonesia punya tugas untuk memoles para pemain tunggal putra yang masih muda-muda. Para pemain muda itu diyakini bisa diandalkan untuk merebut Piala Thomas 2018.

Dari empat pemain tunggal yang dibawa tim Indonesia ke Piala Thomas 2016, tiga di antaranya masih berusia belia dan minim pengalaman di turnamen beregu. Mereka adalah Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, dan Ihsan Maulana Mustofa. Jonatan sekarang berumur 18 tahun, Anthony 19 tahun, sedangkan Ihsan 20 tahun. Praktis cuma Tommy Sugiarto (27 tahun) saja yang sebelumnya punya pengalaman main di Piala Thomas.

Mengandalkan pemain-pemain tunggal yang masih muda, Indonesia ternyata mampu menembus babak final Piala Thomas. Dalam perjalanan menuju partai puncak, Indonesia meraih lima kemenangan beruntun, termasuk atas Korea Selatan di semifinal.

Sayangnya, ambisi untuk menjadi juara Piala Thomas belum terwujud pada tahun ini. Indonesia harus puas menjadi runner-up setelah kalah 2-3 dari Denmark di final, Minggu (22/5/2016).

“Hasil yang diperoleh hari ini tidak sesuai dengan harapan masyarakat Indonesia. Saya selaku CdM meminta maaf karena kami belum bisa merebut Piala Thomas. Saya ucapkan terima kasih kepada pemain. Saya salut atas perjuangan anak-anak yang sudah habis-habisan,” ujar Achmad Budiharto, Chef de Mission Tim Thomas dan Uber Indonesia, dalam rilis PP PBSI.

Indonesia memenangi dua nomor ganda melalui Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi. Tapi, tiga partai di nomor tunggal lepas. Tommy kalah dari Viktor Axelsen, Anthony dikalahkan Jan O Jorgensen, sedangkan Ihsan menyerah di tangan Hans-Kristian Vittinghus.

“Memang PR kami memperkuat tim tunggal, di ganda sudah cukup solid. Para pemain muda masih kurang jam terbang. Kami yakin mereka akan menjadi pemain andal dan nantinya memenangkan Piala Thomas,” tutur Budiharto.

Ketua Umum PP PBSI, Gita Wirjawan, yakin para pemain muda Indonesia sudah lebih matang pada gelaran Piala Thomas berikutnya. Gita pun optimistis trofi Piala Thomas akan bisa dibawa pulang ke Indonesia.

“Walau kita kali ini kalah, tetapi ini adalah satu step menuju kemenangan. Dua tahun lagi InsyaAllah Piala Thomas akan jadi milik kita karena sekarang pemain-pemain muda sudah merasakan pengalaman bertanding di Piala Thomas,” tutur Gita, yang menonton langsung perjuangan tim Thomas dan Uber di stadion Kunshan Sport Center, China.

Hal serupa diungkapkan oleh kapten tim Thomas Indonesia, Hendra Setiawan, dan Manajer Tim Thomas dan Uber Indonesia, Rexy Mainaky.

“Terima kasih atas perjuangan tim Thomas, dari Tommy sampai Ihsan. Semua sudah memberikan yang terbaik. Saya yakin dua tahun lagi pemain-pemain muda akan lebih siap dan kita bisa merebut Piala Thomas,” ujar Hendra.

“Di penyisihan grup, pemain muda bisa mengalahkan pemain yang kelasnya di atas mereka. Saya yakin para pemain muda kami punya kapabilitas masuk ke peringkat top 10. Pada akhir tahun ini, ketiga pemain ini bisa ‘bicara’, setidaknya di peringkat top 15 dunia. We will comeback stronger in next Thomas Cup,” kata Rexy seperti dikutip panduan judi online