free html hit counter

Indonesia-Malaysia Cari Penyelesaian Jangka Panjang Tangani Kabut Asap

BeritaBintang – Malaysia dan Indonesia akan mengambil beberapa langkah penyelesaian jangka panjang dalam menangani masalah kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan yang berulang setiap tahun.

Demikian dikatakan Wakil Perdana Menteri, Ahmad Zahid Hamidi, usai bertemu Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla (JK) di Jakarta, seperti dilaporkan Bernama, Sabtu (19/9/2015).

Ahmad Zahid, yang juga Menteri Dalam Negeri, katakan masalah kabut asap merupakan sejarah yang berulang terjadi yang melanda beberapa negara Asia Tenggara.

Ia katakan kebakaran hutan di Indonesia menjadi masalah utama yang membuat kabut asap di sejumlah negara di Asia Tenggara.

Ahmad Zahid ke Indonesia dalam rangka lawatan kerja empat hari. Lawatan Ahmad Zahid ke Indonesia ini merupakan lawatan pertamanya ke luar negeri sejak dilantik sebagai Wakil Perdana Menteri pada 28 Juli lalu.

Diberitakan, kabut asap tak menjadi bahasan dalam pertemuan antara Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Datuk Ahmad Zahid Hamidi, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (18/9/2015).

Wapres Jusuf Kalla mengatakan dalam kesempatan tersebut pokok pembahasan lebih banyak menyinggung ekonomi dan sosial, serta keamanan di kawasan Indonesia dan Malaysia

“Ini pertama kunjungan kenalan juga walaupun saya sudah kenal baik tetapi kan sekarang baru (menjabat) Deputi Perdana Menteri,” kata Wapres Jusuf Kalla.

Terkait kabut asap, ia mengingatkan fenomena tersebut salah satunya diakibatkan musim panas. Pemerintah Indonesia sudah sekuat tenaga menyelesaikan masalah tersebut, namun kabut asap masih sulit ditanggulangi.

“Ini masalah alam Indonesia sudah berusaha sekuat tenaga, tetapi ternyata sulit. Jangan lupa, itu jangankan bukan saja Indonesia, Amerika di California berbulan-bulan tidak bisa selesai karena bertepatan dengan musim kering,” katanya.

“Jadi negara-negara tetangga (selama) sebelas bulan itu menikmati udara segar dari Indonesia, jadi kalau kena sebulan asap, ya resiko juga itu,” ujarnya.

Walau pun tidak dibahas dalam pertemuan hari ini, ke depan akan ada kerjasama kedua negara untuk menyelesaikan kebakaran hutan. Pemerintah Malaysia akan mendukung tindakan hukum terhadap perusahaan asal Malaysia yang terlibat pembakaran.