free html hit counter

Horee…Hari Ini, Sumut Punya Wakil Gubernur Lagi

BeritaBintangHoree…Hari Ini, Sumut Punya Wakil Gubernur Lagi

MEDAN – Kursi Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) periode 2013-2018 telah kosong sejak Tengku Erry Nuradi dilantik menjadi Gubernur Sumut menggantikan Gatot Pudjo Nugroho, yang terjerat perkara suap dan korupsi.

Namun hari ini, Kamis (9/3/2017) pagi, posisi Wakil Gubernur yang kosong sejak akhir Mei 2016 itu akan diisi oleh politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Nurhajizah Marpaung. Purnawirawan TNI berpangkat akhir Brigadir Jenderal itu rencananya dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta.

Perihal pelantikan Nurhajizah dibenarkan Kepala Biro Humas Pemprov Sumut, Ilyas Sitorus. “Iya benar, pelantikannya jadi. Ini kami sudah di Jakarta untuk persiapannya,” sebut Ilyas, Rabu 8 Maret 2017.

Sementara itu, Nurhajizah mengatakan telah siap untuk menduduki posisi Wakil Gubernur sisa jabatan 2013-2018. Ia akan segera bekerja setelah sebelumnya berkordinasi dengan Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi.

[Baca Juga -“Jabat Plt Gubernur, Pekerjaan Rumah Ini Menanti Sumarsono“]

“Iya besok (hari ini, red) jadi. Minggunya saya pulang dan Senin langsung dinas. Saya minta petunjuk dari dulu dari gubernur. Kita ikut keinginan beliau,” jelas Nurhajizah.

Keberhasilan Nurhajizah menduduki posisi Wakil Gubernur berjalan cukup alot. Ia mendapatkan posisi tersebut setelah diusulkan Partai Hanura dalam pemilihan yang digelar di DPRD Sumut pada Oktober 2016. Ia berhasil mengungguli calon dari Partai Keadilan Sejahtera, Muhammad Idris Lutfi Rambe.

Pencalonan dan kemenangan Nurhajizah sempat ditolak oleh Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) yang juga merupakan partai pendukung pasangan Gatot Pudjo Nugroho dan Tengku Erry Nuradi saat maju di Pilgub Sumut 2013. Penolakan itu sempat berujung pada gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). PKNU bahkan dimenangkan dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) diperintahkan untuk membatalkan pelantikan Nurhajizah.

Namun, belakangan Nurhajizah tetap dilantik, karena PKNU dinilai tidak bisa mengajukan calon wakil gubernur karena ketiadaan wakil mereka di DPRD Sumut.