free html hit counter

Berita Bintang – Heboh Air Terjun dari Dalam Pohon Tua, Kok Bisa?

Berita BintangHeboh Air Terjun dari Dalam Pohon Tua, Kok Bisa?

AIR terjun biasanya mengalir dari tempat yang tinggi menuju tempat yang rendah. Biasanya Anda bisa menemukan air terjun di daerah pegunungan atau pebukitan, namun berbeda dengan yang satu ini, ada sebuah air terjun mini yang keluar dari sebuah pohon mulberry tua.

Pohon air terjun ini bisa ditemui di sebuah desa kecil Dinosa, Montenegro. Tentunya beberapa dari Anda bingung, bagaimana bisa sebuah pohon menyemburkan air dari dalam batangnya. Namun, fenomena ini memiliki sebuah penjelasakn yang masuk akal.

Jika diperhatikan, padang rumput tempat pohon murbei tumbuh memiliki banyak mata air di bawah tanah yang akan banjir apabila sedang hujan deras. Tekanan tambahan memompa air melalui batang pohon yang berlubang dan keluar beberapa kaki di atas tanah.

Konon fenomena ini telah terjadi selama 20 hingga 25 tahun terakhir. Hal serupa pun diungkapkan oleh Emir Hakramaj yang merupakan penduduk lokal. Ia mengatakan pohon tua tersebut memiliki kebiasaan memuntahkan air sejak lama.

“Pohon ini berumur 100 tahun, bahkan mungkin 150 tahun. Lubang terbuat di tengah karena tekanan bawah tanah telah menembus mahkota dan sekarang gambaran indah inilah yang dihasilkan,” ungkap Emir, sebagaimana dilansir Judi Online, Selasa (19/3/2019).

 

[ Baca Juga Berita Bintang : ” Maher Zain Lelang Tiopi Kesayangan Untuk Korban Bencana Indonesia ” ]

Ternyata fenomena ini tidak hanya berada di Dinosa. Fenomena serupa juga dapat disaksikan di Kota Tuhala, Estonia, dimana air menyembur dari sumur tua yang disebut dengan “Sumur penyihir”. Penduduk setempat mengaitkan hal ini dengan legenda tentang penyihir yang bertarung dan saling mengalahkan.

Alhasil fenomena langka ini mendadak viral dan menyebabkan keributan di mana-mana. Namun, orang-orang Dinosa hanya melihatnya sebagai fenomena alam yang langka dan menakjubkan.

“Kami bukan orang yang cenderung untuk menciptakan sesuatu. Ini adalah murni dan merupakan hal yang wajar,” tutup Hakramaj.