free html hit counter

Hati-hati Pakai Kosmetik Tak Layak Edar! Ini Akibatnya

BeritaBintang – BBPOM DIY terus melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap kosmetik dan obat-obatan yang beredar di pasaran.

Sepanjang tahun 2015 sampai awal september tercatat presentase toko yang menjual kosmetik dan obat tidak layak edar masih cukup tinggi.

Untuk kosmetik dari 201 sarana atau penjual yang diperiksa yang tidak memenuhi syarat ditemukan dalam 49 tempat atau 25%.

Sementara penjual obat tradisional presentasenya lebih tinggi dari 121 sarana yang diperiksa 74 atau 61% diantaranya tidak memenuhi syarat.

Hal itu cukup meresahkan karena kosmetik dan obat yang tidak layak edar tersebut dapat membahayakan pemakainya.

Kepala BPPOM DIY I Gusti Adhi Ayu Aryapathni mencontohkan sebuah krim pemutih wajah dengan label huruf cina yang ditemukan jajarannya diketahui mengandung merkuri serta hidrokinon.

Padahal merkuri bersifat karsinogenik yang dapat menjadi pemicu timbulnya kanker dan sudah dilarang dipakai dalam kosmetik oleh departemen kesehatan.

Begitu juga hidrokinon yang dapat menyebabkan iritasi kulit dan bersifat karainogenik.

“Hidrokinon, kategorinya adalah obat tidak boleh dijual obat dan sejak 2008 sudah dilarang digunakan,” jelas Ayu Selasa (3/11/2015).

Walaupun tidak akan memberikan dampak langsung kepada pemakainya namun dalam jangka panjang kosmetik-kosmetik tersebut tentunya membahayakan kesehatan.

Pihak BPPOM sendiri selain melakukan pemeriksaan rutin dengan mengadakan sidak ke penjual juga terus menggalakkan sosialisasi kepada masyarakat.

Sementara untuk obat tradisional memang ketentuannya tidak boleh menggunakan bahan kimia obat.

“Kalau dicampur (bahan kimia obat) pasti dosisnya gak jelas diagnosanya bukan dari dokter sehingga tidak bisa dipertanggung jawabkan,” ujarnya.

Karenanya para konsumen diharapkan untuk selalu berhati-hati dan tidak tergiur harta murah, karena memang belum ada parameter baku untuk bahan berbahaya dalam kosmetik kecuali uji sampel.