free html hit counter

Hasilkan 16 Anak, Putra Miliuner Jepang Diselidiki Interpol Thailand

BeritaBintang –  Selama dua tahun terakhir, Thailand tengah disibukkan oleh masalah perdagangan orang dengan cara melahirkan bayi melalui ibu hamil pengganti. Salah satu kasus yang menghebohkan dan masih dalam penyelidikan hingga saat ini ialah kasus yang melibatkan nama anak miliuner Jepang Yasumitsu Shigeta.

Putranya, Mitsutoki Shigeta diketahui telah membibiti sedikitnya 10 perempuan asal Thailand, dengan jumlah anak yang dilahirkan sebanyak 12 orang. Ia pun lantas menjadi subjek penyelidikan interpol sejak Agustus 2014.

Tidak diketahui secara jelas motif di balik tindakannya. Namun diduga kuat, dia terlibat dalam upaya perdagangan orang. Sebagaimana para perempuan Thailand itu juga dinilai telah menjual bayi-bayi mereka kepada orang kaya, demi menyambung hidup.

Berdasarkan laporan terakhir dari Tim investigasi khusus di Thailand (DSI), tahun ini ditemukan lagi tiga orang anak yang diyakini ayah biologisnya lagi-lagi adalah Mitsutoki. Ketiganya lahir dari seorang ibu yang sama.

“Ibunya berkewarganegaraan Thailand, namun dibawa ke Kamboja dan ditinggalkan bersama perawat. (Sayangnya,) petugas belum bertemu muka langsung dengan anak-anak tersebut,” kata Methini Ratrasan selaku direktur biro pusat inspeksi teknologi dan informasi DSI, seperti dikutip dari BintangBola.Co , SAbtu (18/6/2016).

Dengan penemuan ini, berarti jumlah bayi biologis Mitsutoki menjadi 16 orang. Menurut perwakilan dari Kementerian Sosial dan Keamanan Manusia pada Kamis 16 Juni 2016, seluruh anaknya yang berjumlah 13 orang telah disita dari ibu-ibu penggantinya (surrogate mother). Mereka diasuh di bawah bimbingan pusat layanan perlindungan anak di kementerian tersebut di Provinsi Nonthaburi.

Menurut pengacara Mitsutoki, kliennya itu hanya memiliki keinginan punya anak banyak. Dokter di rumah sakit yang memfasilitasi permintaannya pun bersaksi bahwa jutawan muda itu memang pernah mengatakan ingin punya lebih dari 15 anak dalam setahun.

Membangun keluarga besar, diharapkan dapat membantunya memenangkan pemilu. Selain, dia memang berencana untuk terus melahirkan bayi-bayi sampai ajal menjemputnya. Untuk mewujudkan keinginan itu, polisi mengungkap pemuda 26 tahun itu suda menghabiskan lebih dari USD500 ribu atau Rp6,6 miliar.