free html hit counter

Hari Pertama Tayang, Ayat Ayat Cinta 2 Raih 200 Ribu Penonton

BeritaBintangHari Pertama Tayang, Ayat Ayat Cinta 2 Raih 200 Ribu Penonton

Film sekuel yang sudah sangat dinantikan ‘Ayat Ayat Cinta 2‘ akhirnya resmi dirilis pada hari kamis (21/12) lalu, seperti yang dilansir oleh Agen Judi Bola.

Baru satu hari ditayangkan, film yang kembali menampilkan Fedi Nuril sebagai Fahri ini sukses besar menjaring 200 ribu penonton!

Rekor fantastis ini menyamai rekor sebelumnya yang berhasil dicapai oleh film sekuel lainnya ‘Ada Apa Dengan Cinta 2?’ tahun lalu.

AADC 2 hingga akhir penayanganya berhasil menyedot 3,6 Juta penonton dan menempati posisi ketujuh film Indonesia terlaris sepanjang masa.

Sementara film pertama ‘Ayat Ayat Cinta‘ yang tayang sembilan tahun silam, berada di posisi keenam terlaris dengan mengumpulkan 3,6 Juta yang selisih tipis dengan AADC 2.

Tak mustahil dengan jumlah layar bioskop seluruh Indonesia yang sudah bertambah pesat, film ‘Ayat Ayat Cinta 2′ ini akan mengungguli perolehan rekor film pertamanya tersebut.

[ Baca Juga – ” Film Horor ‘Mata Batin’ Tembus Rekor Satu Juta Penonton ” ]

Ayat Ayat CInta 2 mengisahkan tentang hari-hari dalam hidup Fahri dijalani dengan duka dan usaha pencarian istri yang sangat dicintainya, Aisha.

Fahri (Fedi Nuril) memilih tinggal di Edinburgh, Skotlandia. Kota yang sangat disukai Aisha. Fahri bekerja menjadi dosen serta peneliti terhormat di universitas ternama kota tersebut. Dalam menjalani kehidupan sehari-harinya Fahri hanya ditemani Hulusi(Pandji Pragiwaksono), asisten rumah tangganya yang berdarah Turki.

Kesantunan dan keramahan sikapnya membuat Fahri disukai banyak orang, seperti Nenek Catarina (Dewi Irawan), wanita Yahudi yang tinggal tak jauh dari rumahnya. Namun ada pula  yang menentang bahkan membenci dirinya, seperti Keira (Chelsea Islan), gadis kelahiran Skotlandia yang berobsesi menjadi pemain biola terkenal.

Suatu saat, Fahri bertemu dengan Hulya (Tajtana Saphira), gadis berkebangsaan Turki-Jerman yang sedang mengambil S2 di Edinburgh yang masih memiliki hubungan keluarga dengan AIisha. Kedatangan Hulya justru memicu kenangan sedih Fahri.

Mampukah Fahri mencapai tekadnya untuk memperbaiki citra Islam dan muslim di negeri dunia pertama itu?

Akankah Fahri membuka hatinya bagi wanita lain ? atau memilih membujang seumur hidup?