free html hit counter

HARI MERDEKA: Gua Jepang, Labirin Pertahanan Jepang yang Memakan Ribuan Nyawa Rakyat Indonesia

BeritaBintangHARI MERDEKA: Gua Jepang, Labirin Pertahanan Jepang yang Memakan Ribuan Nyawa Rakyat Indonesia

MASA penjajahan Bangsa Jepang memang cukup sebentar yaitu hanya 3,5 tahun. Namun, dalam kurun waktu yang singkat itu, Jepang berhasil membuat luka yang cukup dalam bagi rakyat Indonesia.

Sewaktu pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia, Jepang di bawah pimpinan Jenderal Imammura mendarat pada Februari 1942 di tiga tempat di Pulau Jawa, yaitu Banten, Eretan + Wetan, dan Kragan, Jawa Tengah.

Saat Jepang datang ke Indonesia, terjadi pembumi hangusan obyek-obyek penting oleh Belanda agar Jepang tidak dapat menggunakannya lagi, seperti kilang-kilang minyak, perkebunan, dan pabrik-pabrik dibakar. Akhirnya, pada 8 Maret 1942 melalui Perjanjian Kalijati Belanda pun menyerah tanpa syarat pada Jepang, yang artinya Jepang mulai berkuasa terhadap Indonesia yang saat itu bernama Hindia Belanda.

Semasa penjajahan Jepang tersebut, rakyat Indonesia bukannya semakin membaik tapi justru semakin tersiksa dan menderita. Terdapat satu obyek yang sekarang jadi destinasi wisata, padahal dahulu obyek tersebut saksi bisu dari penderitaan rakyat bahkan tidak terhitung nyawa telah dikorbankan.

{ Baca Juga, ” Amankah Berada di Dalam Mobil saat Petir Menyambar, Simak Penjelasannya! ” }

Ya, Gua Jepang, terletak di Taman Hutan Ir. Juanda, Dago Atas, Bandung, gua tersebut dibangun tiga tahun sebelum kemerdekaan Indonesia. Berdiri di tengah-tengah lebatnya hutan, Gua Jepang yang diresmikan pada 23 Agustus 1965 oleh Brigjen (Purn.) Mashudi, Gubernur Jawa Barat pada kala itu, merupakan bangunan yang menyerupai gua dengan bentuk labirin, gelap tanpa penerangan sedikitpun.

Gua yang bernama asli Gua Omo ini dulunya digunakan untuk menginterogasi, tempat penyiksaan dan penjara bagi orang-orang yang menentang sistem pemerintahan Jepang. Gua Jepang atau Gua Omo sangat sempit dan pengap, udara di dalamnya pun lembap, sehingga bagi wisatawan yang phobia gelap atau menderita asma tidak dianjurkan untuk berkunjung ke sini.

Untuk memasuki Gua Jepang atau Gua Omo terdapat empat lorong, namun kabarnya lorong kedua dan ketiga merupakan lorong jebakan bagi musuh Jepang, sebab gua ini juga digunakan untuk lokasi Judi Online.

Jika berminat untuk mengunjungi dan menelusuri kegelapan dan kepengapan Gua Omo, maka wisatawan dianjurkan untuk membawa senter yang cukup terang dan menyewa pemandu yang sudah ahli dan akrab dengan rute penjelajahan Gua Omo ini.