free html hit counter

Hantu ‘The Ring’ dan ‘Friday the 13th’ Masih Bersembunyi

BeritaBintang –   Pencinta horor menunggu-nunggu teror dari hantu The Ring yang dibuat kembali oleh Paramount Pictures. Namun mereka harus bersabar untuk bisa menontonnya.

Diberitakan Agen Bola Terbaik, untuk ke-tiga kalinya Paramount Pictures kembali memundurkan jadwal rilis film yang diadaptasi dari tontonan horor Jepang itu.

Awalnya, The Ring direncanakan untuk rilis pada 13 November 2015. Namun tanggal itu dimundurkan ke 1 April 2016, yang kemudian menjadi 28 Oktober.

Menjelang perilisannya, Paramount Pictures kembali memundurkan tanggal itu menjadi 3 Februari 2017. Padahal Oktober waktu yang tepat karena Halloween.

Dengan mundurnya The Ring, Ouija: Origin of Evil milik Universal Pictures yang tayang pada 21 Oktober mendatang bisa menguasai pasar Halloween.

The Ring disutradarai F. Javier Gutierrez. Naskahnya ditulis oleh Akiva Goldsman, David Loucka, dan Jacob Aaron Este. Sebagai eksekutif produser adalah Guillermo del Toro. Itu merupakan sekuel ke-tiga dari film waralaba horor The Ring.

Film itu dibintangi Johnny Galecki, Matilda Lutz, Alex Roe, Aimee Teegarden, Bonnie Morgan, dan Vincent D’Onofrio. Alur ceritanya belum diketahui soal apa.

Selain mengumumkan pengunduran jadwal rilis untuk The Ring, Paramount Pictures juga menginformasikan tanggal untuk Friday the 13th. Sempat tertunda sembilan bulan, film itu juga dimundurkan dari 13 Januari 2017  jadi 13 Oktober.

Itu juga bukan pengunduran pertama untuk Friday the 13th. Film itu seharusnya dirilis 13 November 2015. Ia kemudian mundur menjadi 13 Mei 2016.

Tidak dijelaskan apa yang menjadi alasan pengunduran jadwal rilis itu. Menurut Variety, mundurnya jadwal beberapa film Paramount Pictures disebabkan adanya kerugian yang diderita induk perusahaan, Viacom berkat film Monster Trucks.

Analis Tony Wible mengatakan, kerugian sebesar US$115 juta itu menyebabkan Paramount menelan ‘pil pahit’ seharga US$500 juta tahun ini. Angka itu didapat dari menghitung kerugian di segi box office, hiburan rumah, dan izin lingkungan.

“Studio itu terus merugi di waralab-waralaba besar, dan itu mungkin akan sulit untuk merilis satu film baru di tengah industri yang kompetitif,” kata Wible kepada Vibol.Online