free html hit counter

Habib Rizieq Diultimatum Polisi, Pengacara: Beliau Masih di Kuala Lumpur

BeritaBintangHabib Rizieq Diultimatum Polisi, Pengacara: Beliau Masih di Kuala Lumpur

Kepolisian Daerah Metro Jaya akan mengambil langkah tegas terkait pemanggilan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, perihal kasus video chat vulgar yang melibatkan Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana Firza Husein.

Menanggapi ultimatum dari Polda Metro Jaya itu, kuasa hukum Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera mengatakan, dirinya belum bisa menghubungi Habib Rizieq sampai saat ini sehingga tak dapat melaporkan langsung.

“Sampai sekarang saya belum bisa menghubunginya. Saya dengar masih di Kuala Lumpur, ngurus sidang doktoralnya. Saya pikir hari ini dia pulang tapi rupanya masih enggak bisa komunikasi,” ujar Kapitra.

Terkait siap tidaknya bila Habib Rizieq dijemput paksa, Kapitra mengatakan, siap mengikuti aturan main yang dijalankan para penyidik Polda Metro Jaya yang sesuai dengan aturan dalam KUHAP.

[Baca Juga -“Aksi Berlebihan Pendukung Justru Rugikan Ahok“]

“UU kan mengaturnya. Selagi penyidik berbuat berdasarkan undang-undang ya silakan saja. semua harus berjalan seusai UU,” jelas Kapitra.

Dalam Pasal 112 Ayat (2) KUHAP diketahui berbunyi setiap orang yang dipanggil wajib datang kepada penyidik dan jika ia tidak datang penyidik memanggil sekali lagi, dengan perintah kepada petugas untuk membawa kepadanya.

Dengan dasar hukum ini, penyidik memberi toleransi pemanggilan saksi dua kali berturut-turut. Jika saksi tidak hadir juga tanpa alasan yang sah, patut dan wajar, maka penyidik melakukan pemanggilan paksa atau kadang disebut penjemputan paksa.

“Kembalikan ke KUHAP karena ada aturan main proses pidana di sana. Kembalikan undang-undang,” tegas Kapitra.

Diketahui Polda Metro Jaya melayangkan surat panggilan pada Selasa 25 April 2017 lalu, namun Rizieq Shihab tidak hadir. Kemudian Polda kembali memanggil Imam besar FPI tersebut pada 8 Mei 2017, namun kembali tidak hadir.