free html hit counter

Guru SMA Dipecat Gara-gara Foto Bugilnya Tersebar

BeritaBintang –Kecanggihan teknologi telepon seluler (ponsel) ibarat pisau bermata dua. Jika digunakan untuk hal yang positif pasti hasilnya akan positif juga. Begitu pun sebaliknya.

Di South Carolina, Amerika Serikat, seorang wanita bernama Leigh Anne Arthur (33) dipecat sebagai guru dari tempatnya bekerja di SMA Union County gara-gara sebuah ponsel.

Mengutip situs Mirror, Jumat, 4 Maret 2016, perihal pemecatan Anne Arthur akibat foto bugil dirinya yang tersimpan di ponsel miliknya, tersebar. Foto tersebut ditujukan untuk suaminya ketika perayaan Hari Kasih Sayang (Valentine’s Day).

“Insiden itu terjadi pada tanggal 18 Februari lalu. Dia (muridnya) tiba-tiba mengambil ponsel saya untuk berfoto bersama. Memang, ponsel tidak saya kunci (unlocked) karena saya tidak berpikir dia akan mengutak-atik ponsel saya. Lalu, terjadilah,” kata Anne Arthur.

Alhasil, setelah menemukan foto bugil gurunya, siswa yang masih berusia 16 tahun dan tak disebutkan identitasnya ini langsung membuatkan salinan untuk kemudian didistribusikan ke teman-temannya dan media sosial.

Sontak, berita foto bugil Anne Arthur pun menyebar dengan cepat dan menjadi topik hangat untuk diperbincangkan antarsiswa, orangtua murid, guru, dan media sosial. Sekolah langsung mengambil tindakan tegas. Anne Arthur dipecat.

Namun, informasi pemecatan dirinya justru datang dari siswanya. Setelah Anne Arthur selesai mengajar di kelasnya, siswa itu mengatakan, ‘hari perhitungan Anda sudah datang’.

Mendengar informasi itu Anne Arthur langsung terkejut. Ia tak menyangka sekolahnya bertindak sepihak terhadapnya. Meski begitu, Anne Arthur menerimanya dengan legowo.

“Kita semua pernah membuat keputusan bodoh ketika berusia 16 tahun,” ungkapnya.

Sementara itu, David Eubanks, Pengawas Interim SMA Union County, mengatakan pemecatan Anne Arthur sudah sesuai prosedur dengan tuduhan kalau ia tidak bertanggung jawab atas ponsel miliknya yang tidak ‘diamankan’.

Namun, tindakan sepihak itu mengundang banyak simpati. Petisi dukungan melalui online guru pun telah dimulai.

Saat ini, hampir delapan ribu orang telah menandatangani petisi yang menyatakan ‘guru adalah korban serangan terbuka atas privasinya dan harus diberikan pekerjaan kembali’.