free html hit counter

Guru Ngaji Pengedar Sabu Terancam Hukuman Mati

BeritaBintang –  Guru Ngaji Pengedar Sabu Terancam Hukuman Mati

AGR (47), guru mengaji di sebuah pondok pesantren di Surakarta yang menjadi pengedar sabu, terancam hukuman mati. Selain menjadi pengedar, pelaku yang kerap menyampaikan tausiah kepada jamaah itu juga diketahui aktif mengonsumsi sabu sejak 1998.

“Narkotika telah nyata masuk ke dunia pesantren yang menjadi benteng terakhir pertahanan moralitas di Indonesia. Tentu ini menjadi keprihatinan kita bersama, seorang oknum di lingkungan ponpes memakai dan mengedarkan sabu. Saya kira ini persoalan sangat luar biasa, sangat serius,” terang Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Tengah Brigjen Tri Agus Heru kepada Poker Online.

[Baca Juga -“Hilangkan Gatal, Pria di China Masukkan Kabel Charger Ponsel ke Penis“]

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka ditahan di Rumah Tahanan BNN Jateng. Dia beserta rekannya dijerat Pasal 114 Ayat (2) juncto Pasal 132 Ayat (1) subsider Pasal 112 Ayat (2) juncto Pasal 132 dan Pasal 112 Ayat (2) juncto Pasal 132 Ayat (1) subsider Pasal 131 UU Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman minimal lima tahun penjara dan maksimal pidana mati.

“Agar kasus seperti ini tak semakin meluas, BNN Jateng akan semakin merangkul kelompok-kelompok agama, termasuk MUl, agar bisa membantu menyebarkan informasi mengenai bahaya narkotika serta membantu menginformasikan adanya peredaran gelap narkotika di lingkungan pesantren dan kelompok-kelompok keagamaan,” tandasnya.