free html hit counter

Gubernur di Kamboja Sebut Investasi China Tingkatkan Angka Kriminalitas

BeritaBintang –  Gubernur di Kamboja Sebut Investasi China Tingkatkan Angka Kriminalitas

Meningkatnya kehadiran serta investasi China di Kamboja disambut baik oleh Perdana Menteri Hun Sen. Penanaman modal tersebut mampu membawa kemajuan berarti di sejumlah pelabuhan serta provinsi di Kamboja.

Akan tetapi, Gubernur Provinsi Preah Sihanoukville, Yun Min, justru mengeluhkan peningkatan investasi tersebut. Ia mengklaim aliran uang dari China justru meningkatkan angka kriminalitas serta menciptakan ketidakstabilan di provinsi yang dipimpinnya.

Pembangunan di Preah Sihanoukville memang meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Dana investasi dari China digunakan untuk membangun hotel, kasino, dan ribuan apartemen. Akan tetapi, menurut Yun Min, pembangunan tersebut malah memicu masuknya mafia ke Preah Sihanoukville.

[Baca Juga -“Heboh Jasad Biksu Utuh dan Tersenyum setelah 2 Bulan Wafat“]

Melansir dari Judi Poker, keluhan itu disampaikan Yun Min lewat surat kepada Kementerian Dalam Negeri Kamboja. Ia menulis, peningkatan investasi dari China justru diiringi dengan masuknya mafia dari Negeri Tirai Bambu yang melakukan sejumlah kejahatan. Para mafia itu juga sering menculik para investor dari China sehingga mengganggu keamanan provinsi tersebut.

Tidak hanya itu, Yun Min juga mengeluhkan perilaku warga China yang kerap mabuk dan berkelahi di restoran-restoran. Meski demikian, ia juga mengakui bahwa investasi dari China membantu pembukaan lapangan-lapangan kerja serta lahan perumahan di wilayahnya.

Komentar bernada menyerang terhadap China cukup jarang terdengar di Kamboja. Sebab, PM Hun Sen dikenal sebagai sekutu dekat China dan Beijing adalah salah satu sumber investasi asing terbesar di negara tersebut. Meski demikian, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Kamboja, Khieu Sopheak, memastikan negaranya tidak akan dikontrol oleh uang dari China.

“Kami akan tetap mempertahankan kedaulatan, China tidak akan bisa mengontrol kami. Selama mereka datang sebagai investor yang baik dan menghormati hukum serta undang-undang yang berlaku di negara kami, maka semua akan baik-baik saja,” tutur Khieu Sopheak.