free html hit counter

Generasi Muda Butuh Revolusi Mental karena Empat Hal

BeritaBintang –   Pemerintah menyatakan generasi muda Indonesia termasuk mahasiswa membutuhkan revolusi mental. Hal itu untuk mengatasi krisis karakter dan jati diri yang dialami bangsa ini.

Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Surya Chandra Surapaty mengatakan, revolusi mental generasi muda dibutuhkan karena empat hal.

“Secara ideologis, politis, ekonomi, kemudian sosial dan budaya,” katanya saat memberi kuliah umum di Auditorium Ali Hasjmy, Universitas Islam Negeri Ar Raniry, Banda Aceh, Minggu (13/12/2015) kemarin.

Surya menjelaskan secara ideologis dibutuhkan revolusi mental karena generasi muda mulai teracuni nilai-nilai ideologi asing.

“Seperti liberalisme, kapitalisme, sosialisme, komunisme, dan aliran keagamaan yang fanatis, militan dan radikal,” ujar dia.

Kemudian secara politis dibutuhkan karena generasi muda mulai terkotak-kotak oleh kepentingan politik praktis dari elite politik tertentu.

“Secara ekonomi kurang memiliki daya saing, etos kerja, ada sikap malas kadang, dan jiwa kewirasahaan,” sebutnya.

Kemudian revolusi mental dari sisi sosial budaya penting kata dia, lantaran anak muda bangsa sekarang mulai berorientasi pada nilai-nilai individualisme, konsumerisme, dan materialisme.

Dalam kuliah umum bertema ‘Peran Generasi Muda dalam Menghadapi Bonus Demografi dan Masyarakat Ekonomi ASEAN’, Surya menyangkal revolusi mental bagian dari ideologi komunis seperti yang dituduh sebagian pihak. “Revolusi mental itu digunakan oleh semua ideologi,” ujarnya.

Revolusi mental, kata dia, adalah mengubah mental negatif yang sudah membudaya ke arah positif. Skemanya yakni menganut paham Pancasila sebagai dasar negara.

Revolusi mental harus dimulai dengan pembangunan karakter diri melalui keluarga dan pendidikan.

Jika keluarga berhasil membangun karakter anak dengan baik dan berkualitas, lanjut Surya, maka Indonesia ke depan akan melahirkan generasi bermental kuat dan mampu memajukan bangsa.