free html hit counter

Gempa Susulan Terus Terjadi, Korban Tewas Melebihi 3.904

BeritaBintang –  Gempa susulan terus terjadi mengikuti gempa berkekuatan 7,9 Skala Richter (SR) yang mengguncang Nepal, Sabtu 25 April 2015. Gempa-gempa ini termasuk guncangan berkekuatan 6,7 SR yang terjadi pada Minggu, 26 April.

“Ada sekira 100 gempa dan gempa susulan, yang membuat upaya penyelamatan menjadi sulit. Bahkan tim penyelamat ketakutan dan menghindar karena gempa-gempa ini,” demikian kata Kepala Administrasi Distrik Kathmandu, Ek Narayan Aryal kepada AP yang dikutip Al Jazeera, Selasa (28/4/2015).

Jumlah korban akibat gempa terus bertambah. Laporan terakhir dari Kepolisian Nepal menyatakan korban tewas mencapai lebih dari 3.904 dan yang terluka lebih dari 7.180. Longsoran salju yang terjadi di Gunung Everest menewaskan 18 orang. Korban tewas juga dilaporkan dari India sebanyak 61 orang, dan Tibet sebanyak 25 orang.

Kelangkaan bahan makanan, air bersih, dan tenda darurat menyebabkan perkelahian antar penduduk di Bhaktapur. Reporter Al Jazeera di Kathmandu mengatakan bahwa jumlah korban diperkirakan masih akan bertambah, dan tim penyelamat masih berusaha menjangkau desa-desa terpencil di Nepal.

Bantuan terus berdatangan baik dari organisasi internasional, lembaga bantuan, dan masyarakat internasional. Negara-negara yang pertama kali merespons bencana ini adalah India, China, dan Pakistan yang merupakan negara tetangga terdekat Nepal.

Beberapa negara lain yang terlibat dalam upaya penyelamatan adalah Prancis, Uni Emirat Arab, Israel, dan Amerika Serikat (AS). Negara lainnya juga ada yang berjanji akan mengirimkan bantuan seperti obat-obatan, tim penyelamat, dan tenaga medis. Indonesia, melalui pernyataan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla telah berjanji akan memberikan bantuan senilai USD1 juta (sekira Rp12,9 miliar), Tim Search and Rescue (SAR), dan obat-obatan.