free html hit counter

Gempa PNG, Peringatan Tsunami di Sejumlah Wilayah Dibatalkan

BeritaBintang – Gempa PNG, Peringatan Tsunami di Sejumlah Wilayah Dibatalkan

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (PTWC) membatalkan peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah yaitu Indonesia, Kepulauan Solomon, Pohnpei, Chuuk, Nauru, Kosrae, dan Vanuatu, setelah gempa mengguncang New Ireland Region, Papua Nugini (PNG), Minggu (18/12).

Pemerintah Selandia Baru juga ikut membatalkan peringatan tsunami yang disampaikan beberapa saat setelah terjadi gempa berkekuatan 7,9 skala richter (SR) pukul 19.51 WIT, sebagaimana dilansir Judi Bola.

PTWC mengatakan, gelombang tsunami sejumlah negara selain PNG diperkirakan terjadi dengan tinggi hanya kurang dari 0,3 meter.

Gempa merupakan hal yang biasa terjadi di Papua Nugini karena terletak di area “Ring of Fire” Pasifik, sebuah hotspot aktivitas seismik karena gesekan di antara lempeng tektonik.

Gempa hari ini mengguncang PNG dengan kedalaman 103,2 kilometer di laut. Belum ada laporan kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejak awal menyatakan, tsunami di PNG tidak akan sampai ke Indonesia dan terutama wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat.

Baca Juga: “ ‘Running Man’ Minta Maaf kepada Song Ji Hyo dan Kim Jong Kook

Masyarakat di kedua provinsi itu juga tidak perlu dievakuasi dan diminta mengikuti arahan BPBD dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Khusus masyarakat di daerah pesisir Papua dan Papua Barat, diimbau tidak terpancing isu karena tsunami yang terjadi tidak berdampak di Indonesia,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Sementara itu, gelombang tsunami minor setinggi 8 sentimeter terjadi di wilayah Tarekukure, pada pukul 21.25 WIT.

Widodo Setiyo Pranowo, peneliti dari Badan Litbang Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang pernah terlibat di German Indonesia Tsunami Early Warning System 2007-2010, mengatakan, tsunami minor setinggi 8 cm hingga kurang dari 30 cm bukanlah tsunami yang membahayakan.

Menurut Widodo, sekecil apapun perubahan muka laut tetap menarik untuk diteliti, sebagai validasi dan tunning sensitivity pemodelan tsunami.

“Dengan meningkatkan sensitivitas dan validitas model tsunami, diharapkan akan dapat memproduksi simulasi tsunami akibat gempa tektonik untuk basis data tsunami early warning system,” kata Widodo kepada Poker Online, Minggu (18/12).

Penelitian itu sangat penting mengingat Indonesia juga bisa mendapatkan kiriman tsunami dari wilayah-wilayah gempa laut di sekitar Indonesia, seperti PNG.