free html hit counter

FEATURE: Wisata yang Belum Tersentuh, Mata Air Panas di Ujung Perbatasan RI-Papua Nugini

BeritaBintang – Potensi wisata wilayah perbatasan RI-Papua patut diacungi jempol. Pasalnya di kampung Mosso Distrik Muara Tami Kota Jayapura, terdapat sumber mata air panas cocok dijadikan lokasi wisata. Wilayah yang berjarak hanya beberapa kilometer dari negara Papua Nugini (PNG) ini, memiliki potensi wisata yang bisa dijadikan destinasi andalan.

Sumber mata air panas belerang yang ada di kampung ini, bisa dijadikan potensi wisata yang mampu mendongkrak pendapatan masayarakat maupun daerah setempat. Namun sayangnya lokasi tersebut belum difasilitasi pembangunannya oleh pemerintah daerah setempat.

Titik lokasi air panas sesuai koordinat melalui GPS Map Garmin 64s berada pada 9526-0414, di hutan kampung Mosso, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Luas area air panas tersebut 50 x 25 meter, terdiri 2 titik utama kolam air panas dan mengalir ke kali Mosso.

Suku Iu sebagai pemilik hak ulayat setempat menyebutnya sebagai kolam ‘CATA’. Dan ditahun ini pula suku tersebut mulai membeberkan secara gamblang ke perpanjangan pemerintah Kota Jayapura dalam hal ini Distrik Muara Tami. Untuk mencapai lokasi tersebut, Anda dapat menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dari pusat Kota Jayapura menuju Kampung Mosso, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.

Kurang lebih Anda harus menempuh perjalanan selama 5 jam perjalanan untuk menuju lokasi tersebut. Anda akan melewati rel jalan bekas perambak kayu, jarak tempuh sekitar 10 kilo meter, untuk sampai di lokasi air panas belerang ini. Saat Anda tiba dilokasi, dijamin rasa lelah Anda terobati dengan melihat dua jenis air yang saling berhimpitan.

Yang lebih uniknya, sumber mata air ini adanya pertemuan antara air panas belerang dengan air tawar yang mengalir dari air kali Tami. Awalnya air panas tersebut memiliki jenis ikan tersendiri, namun lokasi yang lama kelamaan terkikis erosi tanah, membuat beberapa titik air panas belerang tersebut tertutup perlahan-lahan.

Kepala Suku Iu (dibaca-Iyu) yang juga selaku Kepala Kampung Mosso Agus Wepafoa kepada Agen Judi Online mengungkapkan, jika pihaknya sangat berkeinginan jika pemerintah bisa membuka lokasi tersebut untuk dijadikan objek wisata.

“Saya pribadi dan masyarakat mengharapkan pemerintah melihat potensi ini, karena dengan nantinya dibuka untuk wisata akan mampu menambah pendapatan kami dan daerah tentunya,” kata Agus, belum lama ini.

Sementara di lokasi yang sama, Komandan Satgas Pengamanan Perbatasan RI – Papua Nugini, Letkol Inf. Kohir, yang juga turut dalam ekspedisi tersebut mengatakan, jika pihaknya akan berupaya membantu membangun jalan hingga tembus ke lokasi tersebut.

“Kita upayakanlah, ini kan untuk kebaikan masyarakat sini, lagian untuk Papua ini satu-satunya, jadi sangat bagus sekali untuk dijadikan objek wisata,” ujarnya.

Saat ini kadar belerang di sumber mata air panas tersebut belum diketahui secara pasti. Termasuk tingkat air panasnya, pasalnya jika diukur dengan termometer sudah tidak mampu terdeteksi, akibat terlalu panas.