free html hit counter

Empat Kota yang Pernah Berjaya dalam Sejarah

BeritaBintang –  Di masa lampau kerap terjadi bentrokan antara satu kebudayaan dengan kebudayaan lainnya dengan satu tujuan yaitu dominasi. Manusia yang haus akan kekuasaan melihat dominasi sebagai kunci untuk memuaskan hasrat ini.

Namun, sering kali usaha dominasi ini meninggalkan jejak-jejak sejarah yang membuat kita paham serta menjadi pembelanjaran tersendiri. Kali ini, BintangBoLa akan merangkum empat kota yang pernah berjaya dalam sejarah dunia dan memiliki pengaruh besar terhadap kebudayaan yang hingga saat ini bisa kita rasakan.

  • · Venesia, Italia
    Pada abad keempat sesudah masehi ketika Kerajaan Roma Barat hancur, wilayah Eropa dalam keadaan yang kacau. Suku-suku yang berada di Jerman, Hun dan suku barbar lainnya merusak dan menjarah berbagai kota-kota kecil yang berada di timur laut Italia.

    Pada saat itu, para warga Italia kebingungan untuk melarikan diri, karena tidak adanya perbukitan yang bisa dijadikan tempat perlindungan akhirnya mereka melarikan diri ke wilayah pantai Laut Adriatik yang berada di antara pulau-pulau rawa.

    Pada awalnya, pulau-pulau ini menjadi tempat pengungsian sementara yang aman namun akibat medannya pulau ini tidak cocok untuk ditinggali secara pemanen. Pulau ini juga tidak memiliki sumber air tawar. Namun akhirnya, para warganya mencoba merebus air laut dan dapat memisahkan air serta unsur garam dari air laut.

    Dari sinilah, pertama kali mereka mengetahui mengenai garam, yang pada saat itu warga Italia menyebutnya emas yang dapat dimakan dan menjadi sumber penghasilan utama para warga Venesia awal.

    Para pengungsi di pulau tersebut merasa bahwa di wilayah ini lebih aman ketimbang mereka harus kembali ke kampung halaman mereka. Tapi, mereka merasa kesulitan karena daratannya pada saat itu disana hanya pasir serta lumpur sehingga sulit untuk mendirikan sebuah bangunan.

    Beberapa pengungsi memiliki ide untuk memasang ratusan pilar kayu yang dijadikan sebagai dasar pijakan untuk membuat bangunan dan akhirnya terciptalah penduduk Kota Venesia generasi awal. Tidak lama kemudian Kota Venesia berubah menjadi kota yang diisi oleh pedagan, pelaut serta pandai kayu pembuat kapal.

    Setelah pemimpin Venesia yang bergabung dengan pihak kerajaan lainnya berhasil menggulingkan Kerajaan Konstantinopel, Kota Venesia pada saat itu berubah menjadi pusat perdagangan utama di wilayah Mediterania dan menjadi kota terkaya di Eropa Barat.

  •  Palembang, Indonesia
    Kota Palembang, ya dahulu Kota Palembang diakui sebagai salah satu kota yang berjaya di wilayah Asia. Kota yang berada di Pulau Sumatera ini menjadi salah satu rute utama untuk transaksi jual beli, dan pada saat itu Palembang kerap menjadi tempat bertemunya para penjual dan pembeli dari wilayah Afrika, China, Timur Tengah, India serta berbagai kerajaan di Asia Tenggara lainnya.

    Berbeda dengan sistem perdagangan di Eropa pada saat itu yang harga sudah ditentukan dalam bentuk regulasi perjanjian, harga perdagangan di wilayah Kota Palembang ditentukan oleh sang penjualnya sendiri, sehingga menguatkan ekonomi dari Kerajaan Sriwijaya pada saat itu.

    Kerajaan Sriwijaya yang menguasai pulau-pulau di Indonesia dan Semenanjung Malaysia di antara abad ke-7 hingga abad ke-13 menjadikan Kota Palembang sebagai ibu kota yang salah satu faktornya adalah karena dekat dengan selat malaka yang jadi rute utama perdagangan pada saat itu.

    Pada awalnya, Kota Palembang didominasi dengan budaya India dan agama Hindu. Namun, di akhir masa kejayaan Sriwijaya, agama Islam mulai menyebar luas dan cukup populer bagi masyarakat Palembang yang disebabkan oleh para pedagang Muslim yang menggunakan selat malaka sebagai rute perdagangan dan juga menggunakan momentum tersebut untuk menyebarluaskan agama Islam di wilayah Palembang.

    Setelah hancurnya Kerajaan Sriwijaya, Palembang jatuh ke tangan Majapahit yang akhirnya menyebabkan Palembang didominasi oleh para penjual dari China hingga abad ke 16 setelah masehi, di mana akhirnya Kesultanan Darussalam memimpin Kota Palembang.

    Percaya atau tidak, sebagaimana dilansir dari Pew Research Center, Jumat (11/3/2016) menyebarnya populasi Muslim di Asia Tenggara hingga saat ini adalah dikarenakan perdagangan yang terjadi di Kota Palembang yang membantu menyebarkan agama Islam di Indonesia dan negara-negara lain.

  •  Hattusa, Turki
    Ketika Kota Troy dikepung oleh Raja Agamemnon dari Yunani, Kota Hattusa yang menjadi ibu kota dari Kerajaan Hittite, menjadi sebuah wilayah metropolisi yang dipenuhi dengan para pedagang dan para penjelajah dari berbagai kota hingga kerajaan lainnya.

    Hattusa pada awalnya menjadi tempat tinggal bagi para warga Hatti pada tahun 2400 Sebelum Masehi. Namun, ketika para orang-orang Hatti berhasil dikalahkan, Raja Hattusili dari bangsa Hattites membangun kembali Kota Hattusa dan menjadikannya ibu kota dari kerajaannya pada 1700 Sebelum Masehi.

    Selama beberapa abad, pemimpin baru dari Kota Hattusa ini kerap digempur oleh bangsa-bangsa lain seperti Mittanian, Assyrian dan Mesir. Pada 1274 Sebelum Masehi terjadi peperangan yang dikenal dengan Perang Kadesh antara pasukan Raja Muwattali II dan Firaun Ramses II. Perang ini berakhir dengan jalan buntu dan membuahkan perjanjian damai. Setelah perang ini, Kota Hattusa kembali damai dan menjadi kota yang berjaya dengan perekonomian hingga runtuhnya Kerajaan Hittite.

    Pada akhir abad ke-12 sebelum masehi, bangsa Phrygan menyerang Kota Hattusa dan membumi hanguskannya. Setelah itu, Kota Hattusa tidak pernah menjadi kota berjaya seperti ketika masih dipimpin oleh Kerajaan Hittites (walaupun pada abad ketujuh hingga sembil sesudah masehi ada pihak yang berusaha merestorasi kota ini).

    Saat ini, reruntuhan Kota Hattusa masuk ke dalam dalam daftar warisan dunia UNESCO.

  • Xi’an, China

    Kota Xi’an adalah salah satu ibu kota China kuno, tapi kota ini adalah kota yang paling penting karena menjadi lokasi dari tempat tinggal dari para kaisar, termasuk kaisar pada dinasti Han dan Qin. Bahkan, Kaisar Qin Shi Huang pendiri dari Dinasti Qin juga tinggal di sini, ia juga dikenal dengan makamnya yang dijaga dengan patung pasukan tanah liat.

    China kuno adalah masyarakat yang tertutup pada eranya, dan ini membantu perkembangan Negeri Tirai Bambu namun pada satu waktu juga menjadi penyebab menderitanya negara besar tersebut. Ketika dunia masih diselimuti dengan serangan kaum barbar dan masa-masa kegelapan, pada era itu China sudah menjadi yang terdepan dalam perkembangan filosofi, ilmu pengetahuan dan teknologi.

    Jalur Sutra sendiri diciptakan dari salah satu barang temuan China yaitu kain sutra. Jalur ini menghubungan wilayah Timur dan Barat dan jalur perdagangan ini memulai pembentukan Kota Xi’an.

    Gerobak-gerobak yang dipenuhi dengan kain sutra dan berbagai barang lainnya memulai perjalanan ke Barat melalui Kota Xi’an. Selain membawa barang dagangan, para pedagang dari China ini juga membawa teknologi dan berbagai filosofi yang membantu perkembangan berbagai negara.

    Pada abad kedelapan, jumlah populasi manusia di Kota Xi’an mencapai rekor dunia dan menjadi kota terpadat pada saat itu dengan dua juta jiwa memadati Kota Xi’an.