free html hit counter

Dilatih Pembalap Ini, Rossi Raih Kemenangan Ke-113 di MotoGP

BeritaBintang  –  Valentino Rossi benar-benar tak bisa ditandingi saat MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez, pekan lalu. Selama balapan, pembalap Movistar Yamaha itu tak bisa dikejar para pesaingnya, Jorge Lorenzo dan Marc Marquez.

Rupanya, kunci sukses Rossi di Sirkuit Jerez adalah Luca Cadalora. Pria berusia 53 tahun itu baru saja direkrut Rossi sebagai pelatih balapnya sejak Februari 2016.

Cadalora bukanlah orang baru di dunia MotoGP. Dia pernah dua kali menjadi juara dunia di kelas 250cc pada 1991 dan 1992. Sejak dilatih Cadalora, performa Rossi yang saat ini sudah berusia 37 tahun tidak kalah dengan Lorenzo, Marquez, Dani Pedrosa, atau bintang baru MotoGP, Maverick Vinales.

“Dia (Cadalora) mempunyai hasrat yang sangat besar dan berpengalaman. Sejak awal musim, dia memberi saya banyak saran untuk naik podium. Dia juga menyarankan beberapa hal saat kami mengatur motor,” kata Rossi, dikutip dari BeritaBintang.

Menurut Rossi, saat balapan di Sirkuit Jerez, Cadalora merupakan orang yang punya banyak peran membantunya meraih kemenangan ke-113 selama berkiprah di dunia MotoGP. “Saya harus berterima kasih kepadanya,” ujarnya.

“Sampai sekarang, dia masih memiliki bakat. Dia juga cerdas dalam memberikan komposisi motor agar bisa sesuai dengan saya. Dia juga sangat rendah hati,” ujar pembalap berkebangsaan Italia tersebut.

Sebagai pelatih, Cadalora yang bertemu Rossi di Sirkuit Misano, Italia, tahun lalu punya ambisi besar. Dia saja ingin membantu Rossi memenangkan gelar juara dunia MotoGP untuk kedelapan kalinya.

“Ketika dia meminta saya menjadi pelatihnya, tentu saja saya terkejut. Dia adalah pembalap yang sangat kuat dan sangat sulit dipahami. Tetapi setelah mengobrol dengannya, saya akhirnya paham alasannya ingin memenangkan kejuaraan di usianya yang sudah 37 tahun,” ujar Cadalora.

Pelatih kelahiran Italia itu mengatakan, Rossi harus menemukan solusi di setiap seri agar bisa mewujudkan ambisinya musim ini. “Kuncinya hanya terbuka dan belajar mengenai hal-hal baru di setiap lintasan. Saya dan dia harus menemukan solusi  di setiap seri,” katanya.

“Jujur, saya tidak memberikan saran kepadanya. Kami hanya berbicara dan saling tukar pikiran. Tugas saya hanya memahami bagian yang harus diperbaiki olehnya,” ujar Cadalora.