free html hit counter

Catatan Besar Kemenpar Usai Gerhana Matahari Total

BeritaBintang –   SETELAH berakhirnya Gerhana Matahari Total, Kementerian Pariwisata Indonesia langsung bergerak membenahi kekurangan selama event tersebut. Apa sajakah?

Esthy Reko Astuti, Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Indonesia mengatakan, banyak catatan yang harus diselesaikan agar bisa mendatangkan turis asing lebih banyak.

“Untuk Palu, saya melihat agar akses, amenitas, serta atraksi harus ditingkatkan. Apalagi persoalan masyarakat sadar wisata harus dibenahi secara total,” jelasnya kepada BintangBoLa, JumaT (11/3/2016).

Menurutnya, dari segi akses harus dibenahi, baik dari sisi daratan maupun udara.

“Sampai sekarang, belum ada maskapai yang terbang secara langsung. Hingga kini, semua turis harus melakukan transit sebelum tiba di Palu dan ini harus diubah,” bebernya.

Catatan berikutnya, dari sisi masyarakat sadar wisata. Masih banyak destinasi di Indonesia yang masih kurang dari sisi masyarakat sadar wisata.

“Turis asing butuh kenyamanan dan ini masih belum dipahami oleh masyarakat di Indonesia. Turis asing bukanlah objek wisata, melainkan kehadiran mereka bisa mengubah perekonomian di destinasi wisata yang disambangi oleh turis asing,” jelasnya.

Selanjutnya dari sisi kebersihan, dirinya sudah mengultimatum beberapa destinasi wisata yang masih belum peduli dengan kebersihan.

“Kebersihan menjadi hal paling penting dari sisi pariwisata. Hal yang satu ini, tak bisa ditoleransi,” tukasnya.