free html hit counter

Catat! Sistem e-Tilang Akan Dilaksanakan Serentak di Seluruh Kota pada 2019

BeritaBintang –  Catat! Sistem e-Tilang Akan Dilaksanakan Serentak di Seluruh Kota pada 2019

Kebijakan sistem tilang berbasis teknologi (e-Tilang)  mulai diberlakukan di beberapa kota besar seperti Surabaya, Bandung, Jakarta dan Semarang. Jika berjalan baik, maka bisa diperluas ke daerah lain.

“Kami melakukan itu kan ada tahapannya, ada regulasinya. Kemudian dilogistik juga terkait anggaran pengadaan TNKB dan lain-lain, ya paling akan bisa terealisasi secara merata di 2019. Saat ini baru tahap wacana, regulasinya diperbaiki dulu,” beber kata Kepala Korp Lalu Lintas Mabes Polri, Irjen Royke Lumowa, usai menjadi pembicara dalam kuliah umum di Universitas Indonesia (UI) Depok.

Untuk merealisasikan kebijakan tersebut, banyak hal yang harus dilakukan untuk memperlancar sistem e-Tilang, salah satunya adalah merubah warna pelat tanda nomor kendaraan. “Ini agar mudah dibaca oleh pengawas yang melihat melalui CCTV,” ucapnya.

Perubahan regulasi pun, kata dia, harus dilakukan untuk menunjang wacana ini. Kemudian sarana lainnya berupa penambahan CCTV juga diperlukan sehingga penerapannya bisa maksimal. “Ya semua bertahap,” tukasnya.

[Baca Juga -“Kepala Daerah Terjaring Korupsi, Ini Tanggapan Mendagri Soal Kerja KPK“]

Dengan mudah dikenalinya pelat kendaraan yang sudah berubah warna maka penerapan e-tilang bisa lebih maksimal. Terkait dengan jumlah pelanggaran lalulintas, Royke menjelaskan, setiap hari ada lebih dari 50.000 pelanggar. Jumlah itu adalah jumlah berdasarkan data yang terekam.

Dia meyakini jumlah aslinya bisa 100 kali lebih banyak dari yang tercatat. “Mulai dari tidak pakai helm, melawan arus, tidak ada rem dan lainnya. Dan kecelakaan terjadi karena ada pelanggaran,” katanya kepada Poker Online.

Bahkan disebutkan Royke bahwa korban kecelakaan di Indonesia sangat banyak. Jumlahnya melampaui jumlah korban bencana tsunami. Dia juga menyebutkan, jumlah kecelakaan di dunia melampaui jumlah korban Perang Dunia II.

“Salah satu upaya perbaikan adalah pengendalian hukum. Oleh karenanya poisi harus tegas. Dalam rangka penegakan hukum harus diingat kita tidak sedang menghukum orang lain, tetapi dalam rangka menyelamatkan orang lain,” paparnya.