free html hit counter

Calon Ibu, Jangan Kaget, Ini 6 Perubahan Payudara Saat Hamil

BeritaBintang – Selama menjalani 9 bulan kehamilan, ada banyak perubahan yang terjadi dalam tubuh Anda. Bahkan, setiap bagian tubuh akan terpengaruh dalam cara yang berbeda-beda, termasuk payudara Anda.

Payudara akan mengalami banyak perubahan dalam proses kehamilan. Beberapa mungkin akan terasa mengganggu, ada juga perubahan yang tak membahayakan.

Namun, perubahan payudara saat hamil tentu memiliki tujuan yang tak sembarangan. Ini adalah tanda bahwa tubuh Anda sedang mempersiapkan diri untuk memasuki fase menyusui.

Berikut adalah perubahan payudara saat hamil yang akan Anda alami menurut Thehealthsite.

1. Terasa Sakit

Memang, mungkin saja tidak semua wanita mengalami gejala sakit ini. Tapi pada banyak ibu hamil, rasa sakit ini adalah salah satu indikasi awal perubahan payudara saat hamil.

Gejala payudara sakit saat hamil ini biasanya lebih nyata pada trimester pertama kehamilan.

Disertai dengan kondisi permukaan payudara yang lebih lembut. Ini terjadi karena ada peningkatan sensitivitas yang disebabkan perubahan hormon.

Pasalnya, pada fase itu terjadi peningkatan kadar hormone estrogen dan progesterone di tubuh ibu hamil.

Rasa sakitnya bisa jadi sangat kentara, hingga tersentuh sedikit saja bisa membuatnya ngilu.

Tapi pada ibu hamil yang lain, bisa juga rasa sakit ini tak terlalu mengganggu Anda.

Gejala payudara sakit saat hamil trimester pertama ini biasanya akan berkurang atau bahkan berhenti saat kehamilan memasuki trimester kedua.

2. Payudara Membesar

Payudara yang membesar merupakan hal yang umum terjadi pada ibu hamil.

Pasalnya, selama hamil terjadi produksi susu dan payudara mempersiapkan diri untuk memasuki fase menyusui.

Seiring dengan payudara yang membesar saat hamil ini, dampak lainnya adalah potensi muncul stretch mark dan gatal dia area payudara.

Saat perubahan payudara saat hamil ini mulai terasa, segera gunakan bra yang menyangga dengan tepat untuk menjaga payudara dan terhindar dari gesekan atau benturan yang membuat payudara terasa nyeri.

3. Terlihat Pembuluh Darah

Selama hamil, suplai darah Anda meningkat 50 persen untuk memenuhi pertumbuhan Anda dan bayi.

Hal ini membuat pembuluh darah di area payudara lebih menonjol dan terlihat.

Bukan hanya terjadi pada payudara, kadang pembuluh darah di perut juga ikut menonjol dan lebih terlihat.

Guratan pembuluh darah ini biasanya akan hilang setelah melahirkan.

4. Perubahan Puting

Selain perubahan payudara saat hamil tersebut, perhatikan pula kondisi puting.

Puting pun akan mengalami perubahan, di antaranya warna puting dan areola akan berubah menjadi lebih gelap.

Bahkan, selama beberapa minggu terakhir kehamilan, puting dan areola juga akan membesar seiring dengan membesarnya ukuran payudara Anda.

Selain itu, benjolan kecil juga mungkin muncul pada areola. Jika Anda mengalami benjolan pada areola saat hamil, tak perlu panik karena hal tersebut normal.

Benjolan tersebut adalah kelenjar sebaceous yang mengeluarkan minyak untuk menjaga payudara aman dari infeksi bakteri.

Penggelapan areola dan puting ini juga berfungsi sebagai penanda awal kehamilan.

5. Payudara Bocor

Payudara Anda akan mempersiapkan laktasi pada usia 16 minggu kehamilan.

Pada saat itu, biasanya payudara juga mengeluarkan cairan-cairan hingga saat bayi lahir, keluar pula zat kekuningan bernama kolostrum. Kolostrum adalah makanan pertama bagi bayi.

Jadi bila Anda sering mengalami cairan keluar dari puting, tak perlu khawatir karena ini normal.

Kecuali bila cairan yang bocor keluar mengandung darah, maka sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Ingat pula bahwa payudara yang bocor tak akan membuat pasokan untuk bayi yang kelak lahir kekurangan susu, kok.

6. Benjolan Berupa Kista

Perubahan payudara saat hamil juga bisa berupa terbentuknya benjolan di payudara berupa kista.

Salah satu penyebab yang memicu pengembangan benjolan ini adalah fibroadenoma, kista yang terbentuk dari jaringan berserat dan galactoses.

Kistra terbentuk saat ada aliran yang tersumbat ketika tubuh sedang memproduksi air susu.

Meski kista ini biasanya jinak, Anda tetap perlu memeriksa ke dokter untuk menghindari risiko komplikasi medis.