free html hit counter

Cabuli Bidan, Polisi Gadungan Hanya Dihukum Percobaan

BeritaBintang – Pengadilan Negeri Kota Kediri menjatuhi vonis satu bulan penjara dengan masa percobaan dua bulan kepada Edy Yasir, polisi gadungan yang terbukti telah memperdaya dua wanita. Hukuman itu dinilai terlalu ringan mengingat terdakwa yang berlatar belakang ekonomi pedagang jamu asal Desa Parang, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri itu juga mencabuli korbanya.

“Hukuman yang dijatuhkan tidak sebanding dengan perbuatanya,” ujar Didik kepada Agen Judi Online, salah seorang pengunjung sidang, Rabu (28/9/2016).

Sebelum diringkus, terdakwa Edy militan memburu calon korbanya. Dia membuat perangkap dengan memasang foto diri berseragam polisi lengkap dengan pangkat dan tanda jasa di akun jejaring sosial.

Agar lebih meyakinkan Edy juga mengubah potongan rambutnya menjadi cepak dan mengaku sebagai anggota Polda Metro Jaya. Alhasil, dia berhasil mengelabui korbanya dengan jurus rayuan hendak menyunting sebagai istri. Setidaknya dua wanita, yakni berinsial AI (25) seorang perawat rumah sakit dan PA (26) bidan desa memutuskan melapor ke kepolisian.

Selama pacaran, Edy telah menguras harta sekaligus mencabuli korbanya. “Kalau hukumanya ringan seperti itu mana bisa pelaku jera. Bisa bisa malah banyak yang meniru perbuatanya,” keluh Didik.

Tidak hanya Didik. Sejumlah warga juga mencibir keputusan hakim pengadilan negeri. Kasubag Humas Polresta Kediri AKP Anwar Iskandar mengatakan terdakwa tidak tanggung tanggung dalam menyamar sebagai anggota polisi.

Dengan berani ia mengaku sebagai anggota Polda Metro Jaya Jakarta. Namun, keputusan hakim pengadilan negeri Kota Kediri kenyataanya hanya menjeratnya dengan pasal 508 KUHP, yakni penjara satu bulan dengan masa percobaan selama dua bulan.

“Terdakwa tergolong berani dan tidak tanggung tanggung dalam menyaru sebagai polisi,” ujarnya.