free html hit counter

Buaya hewan setia, tapi kenapa identik dengan pria hidung belang?

BeritaBintang – Istilah ‘buaya darat’ kerap digunakan untuk mendeskripsikan seorang pria yang mempunyai sifat tidak setia terhadap pasangannya. Namun tahukah kamu bahwa buaya sebenarnya tergolong binatang yang setia. Bahkan, apabila si betina terlebih dahulu mati, maka buaya jantan tidak akan kawin lagi atau mencari pasangan lain. Wuih!

Itu sebabnya, dalam budaya Betawi, buaya justru dijadikan simbol kesetiaan dan kelanggengan dalam sebuah hubungan. Roti buaya menjadi sajian wajib dalam acara pernikahan tradisional Betawi.

Sementara dalam kehidupan nyata, kesetiaan buaya jantan diwujudkan dengan selalu melindungi pasangan serta telur mereka dari ancaman para predator. Lalu berasal dari manakah istilah ‘buaya darat’ itu?

Dihimpun bintang bola dari berbagai sumber, Minggu (14/6), munculnya istilah buaya darat tidak lepas dari legenda yang berkembang di kalangan masyarakat Indonesia. Begini kisahnya.

Dahulu kala, di daerah Soronganyit, Jember, tinggal sekelompok buaya yang hidup di tambak. Dalam kesehariannya, mereka mempunyai jadwal yang rutin, kapan harus berada di darat dan kapan harus di air. Rupanya, buaya-buaya tersebut memang dipelihara oleh sang pemilik tambak.

Suatu ketika, pemilik tambak itu merasa kehilangan seekor buaya jantan. Peristiwa itu sontak membuat seluruh isi desa gempar. Mereka takut jika buaya tambak itu masuk ke rumah warga dan membahayakan keselamatan mereka.

Memasuki bulan ketiga, buaya misterius itu akhirnya ditemukan di desa sebelah dengan kondisi lingkungan yang tandus dan kering. Kendati demikian, buaya itu mampu bertahan hidup. Konon buaya itu dapat bertahan hidup dengan mandi kucing dengan buaya betina yang bukan pasangannya. Ironisnya, buaya betina tersebut masih seumuran dengan anaknya sendiri.

Seketika, cerita perilaku abnormal buaya jantan itu menyebar luas dari mulut ke mulut. Berkaca dari kisah perselingkungan buaya itu, banyak orang kemudian menjuluki pria hidung belang dengan sebutan ‘lelaki buaya darat’.