free html hit counter

Bos Majalah Porno Siap Beli Video Cabul Trump Rp13 Miliar

BeritaBintang – Pengusaha majalah porno Amerika Serikat Larry Flynt mengaku siap membayar hingga US$1 juta atau lebih dari Rp13 miliar bagi siapa saja yang bisa memberikannya video atau rekaman perkataan cabul Donald Trump.

Flynt, taipan industri porno yang menggawangi majalah Hustler mengatakan video atau rekaman audio yang dibelinya nanti akan disebar sebelum pemilu 8 November mendatang.

Namun syaratnya, video itu harus “jelas menunjukkan Donald Trump melakukan aktivitas ilegal atau melakukan tindakan yanmerendahkan dan menghina secara seksual.”

Dia mengatakan, tindakannya ini adalah bentuk protes terhadap berbagai pernyataan Trump yang merendahkan perempuan, terutama setelah rekaman suaranya berbicara cabul tersebar di media. Diharapkan sebaran video Trump tersebut bisa mencegahnya menjadi presiden Amerika Serikat.

“Saya selalu memuja wanita. Wanita dalam semua bentuk dan ukuran. Memperlakukan wanita seperti yang dilakukan Trump sangat mengecewakan dan tidak bisa dipercaya, terutama dari seseorang yang ingin menjadi presiden kami,” kata Flynt seperti dikutip dari Agen Judi Online, Senin (18/10).

Trump sebelumnya juga menuai kemarahan publik setelah menyebut Miss Universe 1996 Alicia Machado gemuk seperti babi. Setelah rekaman audio cabulnya tersebar, banyak wanita bermunculan mengaku telah dilecehkan oleh Trump.

Ini bukan kali pertama Hustler menyatakan siap membayar video seks para pejabat publik. Hal yang sama juga disampaikan Flynt pada tahun 1998 dan 2007.

Flynt adalah seorang aktivis pegiat hak-hak kebebasan berbicara. Dalam pernyataannya, majalah Hustler mengatakan Flynt ingin “menyingkirkan para munafik itu dan memberikan publik sebanyak mungkin informasi tentang tindakan buruk mereka.”

Trump membantah dirinya telah melecehkan wanita. Dia mengatakan pembicaraan cabul yang terekam hanyalah kelakar di ruang ganti dan sama sekali tidak mewakili pribadinya. Istrinya, Melania Linkalternatif.info, mengakui geram atas perkataan itu namun dia membela suaminya dengan mengatakan Trump adalah pria yang menghargai wanita.

Tindakan Trump ini menjadi senjata bagi tim kampanye calon presiden Hillary Clinton dan para pendukungnya. Dalam sebuah pidatonya yang menggugah, Ibu Negara Michelle Obama mengatakan Trump tidak layak menjadi presiden.