free html hit counter

Bom Motor Sering Digunakan ISIS dan Al Qaeda

BeritaBintang – Sebuah bom motor meledak di Bangkok, Thailand Senin (17/8/2015) malam waktu setempat. Serangan teroris itu mengagetkan banyak pihak dan disebut sebagai serangan terbesar di Thailand dalam beberapa tahun terakhir.

Pakar kontra terorisme Ridlwan Habib, menilai bom motor adalah salah satu ciri khas serangan militan ISIS dan Al Qaeda. “Di Irak dan Afghanistan sudah digunakan sejak 2003, di Asia Tenggara mulai digunakan kelompok Abu Sayyaf tahun 2008,” ujar Ridlwan di Jakarta (18/8/2015).

Koordinator eksekutif Indonesia Intelligence Institute itu menyebut serangan bom di Thailand harus menjadi kewaspadaan bersama negara-negara Asia Tenggara.

“Jangan lupa, 7 Agustus Abu Sayyaf menyerang tentara Filipina, lalu tanggal 13 Agustus Polri menggagalkan jaringan ISIS di Solo Indonesia, tanggal 17 Agustus bom meledak di Bangkok. Ada semacam pola atau timeline analysis,”ujar Ridlwan.

Ridlwan mengingatkan, pada Juni 2013, serangan bom motor pernah dilakukan di Polres Poso, Sulawesi Tengah, namun gagal.

“Pelakunya saat itu tewas, diketahui berasal dari Lamongan dan pernah berinteraksi dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso,” ujar Ridlwan.

Bom motor sudah digunakan di era Al Qaeda, dan disempurnakan oleh ISIS setelah kedua organisasi militan itu pecah dan saling serang. “Di Asia Tenggara, kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan sudah berbaiat pada ISIS, di Indonesia, ISIS juga mempunyai ratusan pendukung,” kata Ridlwan.

Meski masih terlalu dini, Ridlwan menduga bom di Thailand ada hubungannya dengan kelompok ISIS. “Investigasi ledakan bom biasanya akan mencari bomb signature atau ciri khas rakitan, namun dari pola dan type-nya, sangat besar kemungkinan dirancang oleh kelompok yang pernah belajar menggunakan bom motor,” katanya.