free html hit counter

Besarnya Risiko Penyakit pada Bayi Bila Dilahirkan Caesar

BeritaBintang – Melahirkan secara caesar seringkali diperlukan untuk menyelamatkan nyawa dan mencegah cedera. Namun, berdasarkan penelitian terbaru yang dilansir dari laman Reuters, melahirkan dengan prosedur operasi caesar dapat membuat bayi rentan terhadap masalah kesehatan kronis, contohnya asma, diabetes, dan obesitas.

Banyak penelitian, termasuk pula studi ini, yang tidak dapat membuktikan bahwa persalinan bedah ini bisa menyebabkan masalah medis di kemudian hari, tapi terdapat hubungan yang cukup kuat.

Para ibu harus mendiskusikan risiko persalinan dengan dokter atau bidan mereka. Apakah harus melanjutkan persalinan lewat prosedur caesar, apalagi jika persalinan normal melalui vagina mungkin untuk dilakukan? Kata penulis penelitian Jan Blustein.

“Ini adalah diskusi penting melihat kian meningkatnya persalinan caesar,” kata Blustein, yang juga merupakan profesor kedokteran di bidang kebijakan kesehatan di Universitas New York.

Idealnya, jumlah persalinan caesar tidak lebih dari 15 persen persalinan, menurut Organisasi Kesehatan Dunia. Itu adalah perkiraan kelahiran yang memerlukan intervensi bedah untuk melindungi ibu dan bayi dalam situasi tertentu, misalnya persalinan yang panjang, indikasi gawat pada janin, atau bayi sungsang.

Di beberapa negara, di antaranya Amerika Serikat, Meksiko, Brasil, Australia, dan Italia, persalinan caesar jumlahnya lebih dari dua kali lipat dari tingkat yang direkomendasikan WHO.

Blustein dan rekan penelitiannya Jianmeng Liu dari Institut Reproduksi dan Kesehatan Anak di Beijing menulis dalam British Medical Journal, tingkat persalinan caesar yang tinggi di beberapa negara seharusnya tidak perlu terjadi karena beberapa persalinan bedah adalah pilihan, dilakukan karena perempuan memintanya. Atau karena, ibu yang pernah menjalani persalinan bedah didorong untuk melakukan persalinan bedah kembali.

Di Amerika Serikat, sekitar sepertiga jumlah persalinan caesar, yakni 2,13 persen dari 1000 bayi yang lahir dengan persalinan caesar mengembangkan diabetes tipe satu, jika dibandingkan dengan 1,79 per 1000 bayi yang lahir lewat persalinan normal, berdasarkan temuan studi tersebut.

Sekitar 9,5 persen bayi yang melalui persalinan caesar mengembangkan penyakit asma, dibandingkan dengan 7,9 persen bayi yang lewat persalinan normal. Sementara itu, obesitas berkembang pada 19,4 persen anak-anak yang dilahirkan lewat bedah caesar, dibandingkan dengan 15,8 persen yang dilahirkan secara normal lewat vagina, kata penelitian tersebut.

Mengapa persalinan caesar mengakibatkan masalah kesehatan kronis tidak secara pasti dijelaskan. Namun, satu teori umum mengatakan, bahwa perempuan dapat memberikan bakteri ‘baik’ untuk bayi saat persalinan normal yang dapat melindungi bayi dari penyakit, kata Blustein.

Kemungkinan, itu adalah hormon yang dilepaskan selama persalinan yang dapat meminimalkan risiko, katanya.