free html hit counter

Berita Bintang – Turis Asing Bakal Dipungut USD10 saat Masuk Bali, untuk Apa?

Berita BintangTuris Asing Bakal Dipungut USD10 saat Masuk Bali, untuk Apa?

BELUM lama ini Indonesia dihebohkan dengan harga tiket pesawat domestik yang melonjak tinggi. Tentunya hal ini membuat masyarakat berteriak karena merasa tercekik dengan biaya yang mahal ketika hendak kembali ke kampung halamannya.

Nah, beberapa waktu lalu pemerintah kota (Pemkot) Bali juga menerapkan wacana baru perihal fee sebesar USD 10 atau sekira Rp140 ribu bagi Wisatawan Mancanegara (Wisman) yang datang ke Pulau Dewata.

Kepala Dinas Pariwisata Bali, Agung Yuniartha, pun membenarkan perihal wacana USD 10 yang akan diterapkan Pemkot Bali. Meski demikian, hal ini masih berupa wacana yang akan kembali digodok dan mendapat persetujuan dari bebagai pihak.

“Benar, tapi ini masih wacana dan baru diupayakan wacananya. Lagi dibahas oleh pak gubenur yang baru tentang wisatawan asing yang datang ke Bali rencananya akan dipungut 10 USD, kan ini cuman Rp140 ribu,” tutur Agung, saat diwawancarai Judi Online, Kamis (17/1/2019).

Agung menilai dana USD 10 dari wisman ini diperuntukan untuk budaya Bali. Pasalnya alasan terbesar wisatawan datang karena budaya khas yang dimiliki Bali. Oleh sebab itu pemkot ingin menguatkan budaya Bali. Ia meyakini jika budaya itu hilang, pasti wisatawan juga akan hilang. Maka dari itu anggaran tersebut diperlukan untuk penguatan.

 

[ Baca Juga Berita Bintang : ” Pernah Magang D i YG Entertaiment, Bernard Dinata Kini Punya Konser Sendiri ” ]

Tak hanya untuk sektor budaya, anggaran USD 10 juga diperlukan untuk lingkungan dan yang ketiga adalah infrastruktur pariwisata. Agung pun menjelaskan tanda tanya besar mengapa Pemkot Bali memungut biaya tersebut dari para Wisman.

“Mengapa kita memungut ini? Karena dari perimbangan keuangan pusat dan daerah pada 2014, yang mendapat anggaran dari pusat adalah daerah yang mempunyai sumber daya alam. Bali gak punya, kita hanya punya pariwisata,” lanjutnya.

“Bali banyak menyumbang devisa ke pusat, tapi kita tidak dapat anggaran itu. Sementara infrastruktur Bali perkembangannya hanya kalau ada event. Seperti ada underpass untuk mengatasi macet. Tapi kan tidak bisa seperti itu, kita harus membuat jalan tol. Daerah lain sudah dibuatkan oleh pemerintah, tapi Bali kan tidak dapat,” pungkasnya,

Agung mengatakan saat ini pihaknya telah melakukan pembahasan dengan beberapa instansi terkait seputar wacana USD 10. Namun, ia mengimbau bagi wisatawan domestik untuk tidak takut, pasalnya wacana ini hanya berlaku untuk wisman.

“Kami sedang melakukan pembahasan panjang dengan Angkasapura, Kementerian Keuangan, Kementerian dalam Negeri, dan juga dengan Airline. Tapi kami akan usahakan sesegera mungkin. Untuk wisatawan domestik untuk sementara ini tidak kami sentuh,” cetusnya.

Lebih lanjut, Agung menyatakan fee sebesar USD 10 tersebut otomatis dikenakan ke dalam harga tiket airline. Setelah dana tersebut masuk, maka pihak airline akan menyetor uang tersebut ke Pemkot Bali. Hal ini juga berlaku bagi orang Indonesia yang dari luar negeri hendak menuju Bali.

“Kami akan mengambil fee USD 10 bagi wisatawan asing dengan memasukkan anggaran tersebut ke dalam harga tiket. Setelah itu baru pihak airline akan menyetor kepada Pemda Bali. Jadi siapapun orang yang datang dari luar, termasuk orang Indonesia yang datang dari luar negeri juga akan dikenakan USD 10,” tuntasnya.