free html hit counter

Berita Bintang – Replika Singa Raksasa hingga Puluhan Ribu Lampion akan Ramaikan Festival Imlek 2019 di Singkawang

Berita BintangReplika Singa Raksasa hingga Puluhan Ribu Lampion akan Ramaikan Festival Imlek 2019 di Singkawang

PERAYAAN Tahun Baru Imlek 2570 dan Cap Go Meh (CGM) 2019 di Kota Singkawang, Kalimantan Barat akan dikemas menjadi festival yang lebih menarik dari tahun sebelumnya. Acara kebudayaan ini sudah menjadi agenda tahunan di Singkawang. Tak sedikit wisatawan mancanegara yang memadati seluruh penjuru kota Seribu Kelenteng ini.

Seperti apa persiapannya? Tahun ini, panitia Festival Imlek dan CGM 2019 akan memajang replika sepasang singa raksasa. Ukurannya, 2,5 x 8,8 meter. Replika singa ini akan dipasang di pintu masuk Kota Singkawang.

Ada juga 12 replika shio dan 10 replika babi. Panitia juga membuat kedai teh, pembangunan gerbang Tionghoa yang dipusatkan di perempatan BNI. Lalu, ada pembuatan taman souvernir, taman bunga Meihwa, miniatur bangunan khas Tionghoa Tulou dan puluhan ribu lampion yang digantung di sepanjang jalan protokol dan pusat perdagangan.

Soal atraksi, akan ada atraksi 12 replika naga, pameran foto dan kuliner khas Singkawang, parade motor gede berstandar nasional, pawai lampion dan tatung pada hari puncak. Termasuk penampilan kebudayaan multi etnis.

“Intinya, kami akan menjadikan perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh 2019 ini menjadi yang berbeda. Lebih unik, lebih spesifik, dan menarik dari yang pernah ada. Kita akan berusaha memberikan yang terbaik,” ujar Ketua Harian Festival Tahun Baru Imlek 2570 dan CGM, Tjhai Leonardi.

Pembukaan pentas seni budaya ini akan dilaksanakan pada 3 Februari 2019, di Lapangan Kridasana. Tahun sebelumnya, kata Leonardi, even nasional ini berlangsung sukses dan meriah. Dipadati puluhan ribu masyarakat dari berbagai kalangan.

“Jadi, kita targetkan penyelenggaraan untuk tahun ini harus lebih berkualitas, terbaik dan tersukses secara keseluruhan. Untuk itu, tentu diharapkan adanya dukungan dan bimbingan dari seluruh elemen masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Festival Imlek dan CGM Kota Singkawang 2019, Hengky Setiawan juga menginginkan even yang diselenggarakan selama 15 hari secara penuh ini, dapat berlangsung meriah dan lebih berkualitas bila dibandingkan tahun sebelumnya.

“Untuk menyambut datangnya pesta musim semi tersebut, kita akan mengemas dan melaksanakannya lebih baik, lebih spektakuler dan berkualitas. Karena perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh sangat penting dan tidak hanya menjadi milik masyarakat Singkawang saja, tetapi sudah menjadi milik Indonesia bahkan masyarakat sedunia,” katanya.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie menyambut baik dan mendukung penuh penyelenggaraan Festival Imlek dan CGM 2019 ini. Dia mengaku optimis dengan even yang dikomandoi Hengky Setiawan akan terselenggara lebih sukses, berkualitas dan meriah.

“Guna menyukseskan pelaksanaan perayaan Imlek dan Cap Go Meh, kita berharap adanya dukungan, dan kerjasama yang baik dari seluruh elemen masyarakat. Tidak hanya dari pemerintah, atau panitia saja, tetapi seluruh elemen masyarakat juga perlu memberikan dukungannya,” harap dia.

Tjhai Chui Mie mengatakan kesuksesan Tahun Baru Imlek dan CGM merupakan cerminan dari kondisi masyarakat Kota Singkawang secara keseluruhan. Jika acara sukses dan meriah, maka yang berbangga, bukan hanya pemerintah dan panitia, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh masyarakat.

“Kita juga optimis, perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh 2019 akan terlaksana lebih baik dari tahun lalu. Sebagaimana kita ketahui, bahwa setiap tahun perayaan Imlek dan Cap Go Meh, selalu berlangsung dengan sangat meriah dan sukses. Kesuksesan ini menjadi tantangan tersendiri bagi kita semua. Namun, saya percaya, apabila didukung oleh semua pihak, maka apa yang kita inginkan pasti akan tercapai,” katanya kepada Agen Judi Bola.

[ Baca Juga Berita Bintang : ” Ariana Grande Umumkan Jadwal Rilis Album ‘Thank U, Next ” ]

 

Ia menambahkan, setidaknya ada beberapa langkah untuk menyukseskan Festival Imlek dan CGM 2019 ini. Diantaranya, melakukan promosi semaksimal mungkin, baik melalui media cetak maupun media sosial.

“Sehingga langkah panitia untuk promosi dinilai tepat. Hal itu sangat akurat untuk momen yang sangat dinantikan oleh banyak masyarakat ini. Mulai dari sekarang, kegiatan harus kita promosikan, mulai persiapan hingga pelaksanaan acara nanti,” katanya.

Menurutnya, perayaan Imlek dan CGM di Kota Singkawang merupakan even terbesar di Indonesia, yang memiliki keunikan dan sulit ditemui di daerah lain. Bahkan di negeri Tiongkok sekalipun.

“Khusus Cap Go Meh di Kota Singkawang, setiap tahun selalu dimeriahkan pawai karnaval tatung, naga dan barongsai serta pagelaran multi etnis yang diikuti seluruh paguyuban. Hal tersebut menunjukkan bukan saja pelestarian warisan budaya di Singkawang tapi juga simbol toleransi dan pembauran antar etnis yang harmonis,” katanya.

Dengan dilaksanakannya multi even tersebut, membawakan dampak positif bagi peningkatan pendapatan masyarakat setempat. Terutama para pelaku usaha seperti ke pengelola hotel, restoran, rumah makan, pengelola obyek wisata.

“Sebagaimana yang kita ketahui bersama, bahwa setiap tahun menjelang perayaan Imlek dan cap Go Meh, akan dikunjungi banyak wisatawan, baik lokal maupun mancanegara untuk menyaksikan even tahunan itu. Terlebih Cap Go Meh ini merupakan even yang sudah mendunia serta mendapatkan pengakuan dari Unesco,” katanya.

Untuk itu, dia mengajak semua komponen masyarakat, termasuk para pengelola hotel, restoran, rumah makan dan pengelola obyek wisata untuk bersama-sama mendukung dan menyukseskan pelaksananaan even ini.