free html hit counter

Berderai Air Mata, Ibunda Balita Tanpa Anus di Sumut Mohon Pertolongan

BeritaBintang –  Berderai Air Mata, Ibunda Balita Tanpa Anus di Sumut Mohon Pertolongan

Ahmad Sandra, balita laki-laki berusia 5 bulan, anak dari pasangan Ilmah Hasibuan (32) dan Syarifuddin Nasution (35), warga Desa Sopo Batu, Kecamatan Panyabungan Kota, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara sangat tersiksa dengan kelainan yang dideritanya.

Sepintas penampilan balita berjenis kelamin laki-laki itu tampak normal seperti balita lainnya. Namun, siapa sangka, di balik wajahnya yang lugu, balita ini mempunyai kelainan di mana dia tidak punya lubang anus sejak lahir.

Menurut ibunda, sejak berumur tiga hari, Ahmad tidak bisa buang air besar. Sehingga kotoran yang di dalam perutnya terpaksa dikeluarkan melalui usus di bagian perut. Untuk menjaga agar kotoran balitanya tidak kena baju dan tercium bau, maka diakali dengan dibungkus menggunakan kain kecil.

“Kotoran dikeluarkan melalui usus di bagian perut. Memang enggak ada masalah, tetapi saya sebagai orangtua kasihan melihat kondisinya,” tutur Ilmah sang bunda kepada Agen Poker di kediamannya.

Ilmah mengakui, sesudah Ahmad berusia satu minggu pernah dibawa ke Rumah Sakit M. Jamil Padang Provinsi Sumatera Barat dan ketika itu menghabiskan biaya lebih dari Rp5 juta.

[Baca Juga -“Habib Rizieq Pulang, Polda Metro: Kita Tunggu Saja“]

“Hingga saat ini uang yang dipinjam ke tetangga belum juga bisa dikembalikan,” ungkapnya dengan sedih.

Upaya keluarga untuk mengobati Ahmad terus dilakukan, tapi sampai sejauh ini tak membuahkan hasil. Sang ibu mengaku sudah kesulitan memperoleh biaya untuk mengupayakan operasi pembuatan lubang anus yang mencapai puluhan juta itu.

“Rencananya, Ahmad mau saya bawa ke RS. M Jamil Padang lagi untuk operasi, tapi kami kesulitan biaya karena usianya sudah bisa operasi lagi,” ujarnya.

Ilmah mengatakan, tak henti-hentinya menitikan air mata ketika menatap wajah anak kesayangannya itu. Di usianya yang masih balita sudah mengalami ketidaknormalan.

“Saya sudah tak bisa ngomong apa-apa karena tidak mempunyai uang untuk biaya operasi Ahmad. Memang kami memiliki BPJS, tapi, yang menjadi beban buat saya untuk biaya nanti di RS M Jamil Padang,” ucapnya.

“Kami juga mohon bantuan kepada para dermawan untuk membantu mengobati anak saya,” ucap Ilma sambil meneteskan air mata.

Sementara Syahdan Nasution (38), salah satu warga setempat mengatakan, sangat kasihan melihat balita yang juga anak dari tetangganya, tapi dirinya pun tak mampu untuk membantu biaya operasi balita itu karena harus menelang biaya jutaan rupiah.

“Saya mau bantu, namun kehidupan saya pun masih pas-pasan,” ujarnya.

Selain kasihan, Syahdan berharap, ada perhatian dari seorang dermawan kepada tetangganya berupa bantuan dana berobat.

“Kasihan kami melihatnya setiap hari anak itu sering merintih kesakitan, orangtuanya pun sering curhat untuk kelanjutan biaya pengobatan Ahmad yang kabarnya butuh biaya besar,” kata Syahdan.