free html hit counter

Berita Bintang – Benarkah Falcon Pictures Belum Kantongi Izin Produksi Ulang Film Benyamin?

Berita BintangBenarkah Falcon Pictures Belum Kantongi Izin Produksi Ulang Film Benyamin?

Falcon Pictures disebut-sebut belum mengantongi izin produksi ulang film Benyamin Biang Kerok. Pernyataan itu datang dari perwakilan PT. Layar Cipta, Asop Subroto saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat usai menghadiri sidang gugatan hak cipta Benyamin Biang Kerok.

“Enggak ada, untuk remake maksudnya, enggak ada,” ujar dia, Kamis (15/11/2018).

Sebelumnya diberitakan, Syamsul Fuad selaku penulis Benyamin Biang Kerok kembali menggugat Falcon dan MAX Pictures terkait hak cipta film tersebut.

Bedanya, Fuad turut menyeret PT. Layar Cipta selaku penjual hak edar Benyamin Biang Kerok kepada Falcon Pictures dalam gugatan kali ini.

Terkait gugatan yang dilayangkan, Asop Subroto semula mengaku terkejut. Sebab dari sekian banyak film yang pernah dijual PT. Layar Cipta, ini merupakan kali pertama Asop mendapati permasalahan hak cipta didalamnya.

[ Baca Juga Berita Bintang : ” Zayn Malik Bahagia Masa Kecilnya Dekat Dengan Kehidupan Islam ” ]

“Selama ini kita jual beli film belum pernah ada kejadian seperti hal demikian Kita jual sudah ratusan film,” bebernya.

Kendati demikian, Asop Subroto juga tidak berani menuding Falcon Pictures telah melakukan pelanggaran hak cipta dalam produksi ulang film Benyamin Biang Kerok.

Dirinya hanya kembali menegaskan bahwa PT. Layar Cipta belum pernah mengalami masalah serupa dari penjualan hak edar judul film lain.

“Saya enggak tahu. Kalau biasanya kita jual begitu saja, enggak pernah ada masalah,” pungkas dia kepada Bintang Bola.

Sayang hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Falcon dan MAX Pictures terkait tidak adanya ijin produksi ulang film Benyamin Biang Kerok, seperti yang diutarakan Asop Subroto.

Sidang gugatan hak cipta Benyamin Biang Kerok sendiri harus ditunda karena pihak Falcon dan MAX Pictures tidak memenuhi panggilan pengadilan. Rencananya, sidang akan kembali digelar pekan depan dengan ketentuan seluruh tergugat hadir.