free html hit counter

Beberapa Foto Korban Kelaparan di Madaya Diklaim Palsu

BeritaBintang –  Sepekan belakangan media sosial dan kantor berita dunia diramaikan dengan foto-foto yang memperlihatkan korban-korban kelaparan yang terjadi di Madaya, sebuah kota yang dulunya dikenal sebagai lokasi wisata di Selatan Suriah.

Madaya, dan beberapa wilayah lain di Suriah yakni Foah dan Kefraya dikabarkan menderita bencana kelaparan yang parah akibat blokade kiriman pangan yang dilakukan oleh pasukan Pemerintah Suriah dan milisi Hezbollah. Dikabarkan setidaknya 40 ribu warga Madaya berada dalam keadaan yang mengenaskan sehingga terpaksa memakan rumput dan daun bahkan 41 di antaranya telah tewas.

Namun, sebuah cerita baru mengenai bencana kelaparan itu muncul ke permukaan. Foto-foto menyedihkan yang menggambarkan situasi warga Madaya yang tersebar di dunia maya diklaim merupakan foto palsu atau foto lama yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan situasi yang terjadi di kota itu.

Dari beberapa foto yang paling sering beredar adalah foto seorang gadis kecil di yang disandingkan dengan foto lain yang menampilkan seseorang yang tampaknya sedang sakit, dengan penjelasan bahwa keduanya adalah orang yang sama, dan kondisi gadis tersebut berubah akibat kelaparan.

Laporan dari laman Bioskopsemi  mengungkapkan bahwa foto gadis diambil di Amman, Yordania dan telah dirilis oleh media Al Arabiya pada Januari 2014 menyebut bocah pengungsi Suriah itu sebagai Mona Liza Suriah. Dia saat ini dikabarkan tinggal dalam keadaan sehat di Amman.

Sedangkan foto yang disandingkan dengan foto gadis cilik itu adalah foto seorang bocah laki-laki yang diambil di Ghouta Timur, Damaskus, yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan Madaya.

Foto lainnya memperlihatkan seorang pria kurus kering yang tampaknya berbaring di jalanan di Madaya. Beberapa media menyebarkan foto tersebut dengan keterangan yang menyebutkan bahwa dia adalah “korban kelaparan yang disebabkan oleh Bashar Assad, Hezbollah, dan milisi Iran dan pengepungan yang dijatuhkan oleh rezim Assad.”

Cerita di balik foto itu ternyata berbeda dengan yang diberitakan. Dia memang merupakan seorang korban kelaparan, akan tetapi di tempat yang berbeda dan di waktu yang juga berbeda. Menurut Syrian Medical Society, foto pria yang bernama Mohammad Yoususf An-Najjar itu diambil pada 13 Januari 2015, atau satu tahun lalu di Kota Ghouta, Suriah yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan Madaya.

Antiwar.com juga menyebutkan satu contoh foto palsu yang digunakan media Al Jazeera dan Telegraph yang menampilkan seorang anak laki-laki yang kurus kering yang kelaparan hingga terlihat tulang-tulang rusuknya yang ternyata berasal dari video di media sosial Youtube yang diambil di Derna, Suriah pada Mei 2015, sebelum blokade Madaya dimulai pada Oktober 2015.

Sementara itu ,The Guardian melaporkan bantuan kemanusiaan bagi warga Madaya telah berhasil tiba di kota yang diblokade. Bantuan yang juga tiba di dua desa lainnya itu membawa makanan, obat-obatan dan perlengkapan kebersihan yang dibutuhkan warga.