free html hit counter

Bakar Foto Raja, Pemuda Thailand Dihukum 11 Tahun Penjara

BeritaBintang –  Bakar Foto Raja, Pemuda Thailand Dihukum 11 Tahun Penjara

Sebuah pengadilan di Thailand menjatuhkan hukuman penjara terhadap enam orang setelah terbukti bersalah membakar foto Raja Maha Vajiralongkorn dan mendiang Raja Bhumibol Adulyadej. Foto kedua simbol negara itu dibakar di sejumlah titik di Provinsi Khon Kaen pada 2017.

Enam orang tersebut diketahui berusia antara 18-20 tahun. Pengacara pelaku, Pattana Saiyai menuturkan, kliennya terbukti bersalah atas tindakan pembakaran yang menghancurkan properti umum serta kejahatan terorganisir dalam sidang yang digelar Rabu 31 Januari.

“Semuanya mengaku bahwa mereka tidak punya maksud apa-apa dalam melakukan tindakan tersebut. Tetapi di sini kita berbicara bahwa mereka membakar foto anggota keluarga kerajaan,” tutur Pattana Saiyai, melansir dari Agen Bola, Kamis (1/2/2018).

Ia menambahkan, kesaksian para pelaku bahwa mereka tidak memiliki maksud tertentu menjadi pertimbangan hakim dalam mengurangi hukuman. Satu orang divonis 11 tahun penjara dipotong masa tahanan enam bulan, tiga orang masing-masing dihukum tujuh tahun delapan bulan penjara, dan dua orang masing-masing dijatuhi tiga tahun empat bulan penjara.

[Baca Juga -“Ahok dan Veronica akan Hadiri Sidang Cerai Perdana Besok?“]

Sebagai informasi, Thailand memiliki undang-undang lese majeste yang dianggap paling berat di dunia. Mereka yang terbukti bersalah menghina anggota keluarga Kerajaan Thailand terancam hukuman hingga 15 tahun penjara, untuk setiap tingkat dakwaan.

Pattana menuturkan, polisi sempat menahan dua orang pria pada Desember 2017 atas dugaan membayar keenam orang pelaku untuk membakar foto-foto tersebut. Namun, kedua orang itu hingga kini belum menjalani proses hukum.

Pemerintahan junta militer yang berkuasa di Thailand sejak kudeta pada Mei 2014 memandang sangat penting untuk menindak tegas para pengkritik kerajaan dengan alasan keamanan nasional. Sejak saat itu, sedikitnya 94 orang sudah diproses secara hukum sesuai undang-undang lese majeste.

Dari 94 orang terdakwa, sebanyak 43 di antaranya telah dijatuhi hukuman. Sebagian besar, tepatnya 92%, mengaku bersalah sudah melanggar undang-undang lese majeste dengan harapan mendapat pengurangan hukuman penjara.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) beberapa kali mengungkapkan keprihatinan atas sesuatu yang disebut sebagai memburuknya kondisi hak asasi manusia (HAM) di Thailand. Salah satu bentuk keprihatinan itu adalah hukuman kejam yang dijatuhkan bagi para terdakwa undang-undang lese majeste atau yang dikenal sebagai Pasal 112.